
TABANAN, Kilasbali.com – Instalasi pengolahan dan distribusi air bersih yang dimiliki Perusahaan Umum Daerah Tirta Amerta Buana atau Perumda TAB rupanya turut terkena imbas bencana yang terjadi pada pekan lalu, tepatnya Rabu (10/9).
Kondisi itu menyebabkan beberapa gangguan distribusi air bersih kepada para pelanggan dengan sebab yang berbagai macam. Mulai dari mesin yang mengalami kerusakan, pompa air yang tersumbat lumpur dan sampah, hingga kerusakan pada pipa induk.
Salah satu instalasi Perumda TAB yang mengalami kerusakan parah pada Rabu (10/9) lalu ada pada IPA atau Instalasi Pengolahan Air di wilayah Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri.
Ini seperti diungkapkan Pelaksana Tugas atau Plt Kabag Langganan Perumda TAB, I Made Pande Suardika, pada Rabu (17/9).
“IPA kami nyaris tidak berfungsi karena tersumbat material lumpur dan sampah. Ini sempat mengakibatkan gangguan di beberapa wilayah,” kata Suardika.
Gangguan lainnya yang turut terjadi pada saat itu yakni anjloknya pasokan listrik yang membuat pompa distribusi mengalami gangguan. Belum lagi dengan kerusakan pipa transmisi.
Tak ayal, beberapa wilayah layanan seperti Desa Cempaka di Kecamatan Kediri dan sejumlah wilayah di Kecamatan Kerambitan, Selemadeg, dan Tabanan selatan sempat mengalami gangguan distribusi.
Kendati demikian, menurutnya, gangguan yang terjadi saat itu langsung direspon cepat oleh tim teknis yang sudah siaga. Ini untuk menghindari gangguan distribusi terjadi dalam waktu yang lama.
Ia mencontohkan IPA Nyanyi yang posisinya berdekatan dengan aliran sungai. Upaya penanganan dilakukan dengan pembersihan material lumpur yang menyumbat. Tidak hanya itu, tim teknis Perumda TAB juga memastikan potensi kerusakan lainnya pada IPA Nyanyi.
Sedangkan untuk anjloknya pasokan listrik, Perumda TAB langsung berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara atau PLN agar secepatnya bisa melakukan pemulihan aliran listrik.
“Kami langsung koordinasi dengan PLN agar pemulihan listrik ke pompa-pompa yang mati akibat banjir bisa disegerakan,” imbuhnya.
Dengan upaya itu, sambungnya, distribusi air bersih kepada para pelanggan Perumda TAB secara perlahan sudah mulai normal kembali. Meski di beberapa wilayah masih ada yang berstatus dalam proses penormalan.
Melihat situasi cuaca belakangan ini, Suardika juga mengimbau kepada para pelanggan Perumda TAB untuk melakukan penampungan air bersih.
Saran itu sekaligus sebagai solusi sementara bila terjadi gangguan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti beberapa waktu lalu.
“Kami juga minta kerja sama masyarakat untuk menyampaikan laporan mengenai gangguan distribusi air bersih akibat bencana seperti kemarin,” tukasnya. (c/kb)

















