
TABANAN, Kilasbali.com – Para nelayan lobster di kawasan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan sejak beberapa hari terakhir ini tidak melaut lantaran kondisi cuaca yang buruk.
Kondisi ini setidaknya sudah mulai terjadi sejak Senin (28/7). Angin kencang ditambah gelombang yang tinggi membuat nelayan menahan diri untuk tidak pergi ke tengah laut.
“Ini dari kemarin kondisinya angin kencang dan gelombang tinggi. Tidak hanya di Yeh Gangga saja, di Pantai Pasut dan Tanah Lot atau pantai lainnya tidak ke tengah laut,” jelas salah seorang nelayan Pantai Yeh Gangga, I Made Purwadi, pada Selasa (29/7).
Ia mengacu pada peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Denpasar. Selain itu, ia memperkirakan tinggi gelombang di tengah laut mencapai tiga meter.
Purwadi memperkirakan, kondisi cuaca buruk ini masih akan terjadi untuk beberapa hari ke depan atau paling tidak dalam waktu satu minggu.
“Ya paling tidak sampai enam hari ke depan (tidak melaut). Meskipun sekarang ini lagi musim lobster,” sebutnya.
Untuk keamanan, ia maupun nelayan lainnya sudah membawa jukung atau perahu mereka ke bagian tepi pantai yang lebih luar. Ini menghindari potensi kerusakan atau hilangnya jukung akibat terbawa gelombang tinggi.
Sementara ini, sambung Purwadi, sebagian nelayan mengisi kegiatan untuk memperbaiki jukung atau peralatan yang sering dipakai saat melaut sambil menunggu kondisi cuaca normal. “Ada juga yang servis jukung dan bubu (alat tangkap lobster),” imbuhnya.
Menurutnya, dengan kondisi cuaca seperti sekarang potensi kerusakan pada bubu cukup tinggi. Terlebih potensi hilangnya juga cukup tinggi akibat terbawa arus laut. “Yang paling rawan itu bubu bisa hilang karena terbawa arus laut,” kata Purwadi.
Sesuai peringatan dini yang disampaikan BMKG Wilayah III Denpasar, potensi gelombang tinggi akan terjadi untuk beberapa hari ke depan. Setidaknya, sampai dengan 2 Agustus 2025 mendatang.
Berdasarkan analisa awal, pola angin di wilayah perairan Utara Bali umumnya bergerak dari Timur ke Selatan dengan kecepatan berkisar antara 6-30 knot.
Sedangkan di perairan Selatan Bali umumnya bergerak dari arah Timur ke Tenggara dengan kecepatan antara 8-25 knot.
Tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian Utara.
Sedangkan tinggi gelombang antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian Selatan, Selat Lombok bagian Selatan, dan perairan Selatan Bali. (c/kb)

















