Pergantian Tahun, Alun-Alun Gianyar Bakal Ditutup Dua Hari

GIANYAR, Kilasbali.com – Alun-alun Gianyar yang menjadi salah satu pusat keramaian dipastikan akan ditutup selama libur tahun baru. Keputusan yang diambil Pemkab Gianyar ini cukup beralasan, karena setiap hari alun-alun selalu ramai, terlebih di hari libur. Penutupan dilaksanakan selama dua hari, yakni, Jumat (31/12/2021) dan Sabtu (1/1/2021).
Keputusan ini merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 yang berisikan berbagai aturan mengenai upaya pencegahan dan penekanan angka penyebaran virus Covid-19, dan antisipasi terjadinya kerumunan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang mulai berlaku pada 24 Desember 2021.
Kasatpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha, pun membenarkan oenutupan ini. Disebutkan, Satpol PP bersama TNI dan Polri yang berada di wilayah Kabupaten Gianyar, akan memantau dan memastikan ketertiban saat libur Nataru, terutama memantau Alun-Alun Kota Gianyar demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat. “Sesuai Inmendagri, maka Alun-Alun Kota Gianyar tutup,” tegas Watha.
Sementara itu, masyarakat juga diingatkan bahwa saat perayaan tahun baru, kembang api juga dilarang, baik secara terbuka maupun secara tertutup.
“Perayaan skala rumah tangga boleh, namun dengan sangat-sangat sederhana. Dan dengan protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Made Watha menyebutkan pula kembali tempat usaha, dan pusat perbelanjaan lainnya dapat buka beroperasi maksimal hingga pukul 22.00 Wita. “Kami berharap masyarakat kooperatif terhadap peraturan yang ada,” ucapnya.
Apabila mendapati masyarakat yang membandel, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang diperbuat, mulai dari sanksi ringan yang berupa imbauan dan sanksi lainnya.
“Namun kami petugas gabungan tetap mengutamakan pendekatan secara humanis,” ungkap Made Watha.
Watha mengajak peran serta tokoh masyarakat, dalam mengendalikan masyarakat pada saat libur Nataru terutama saat malam pergantian tahun baru, guna mencegah terjadinya permasalahan yang tidak diinginkan di tengah masyarakat, di samping itu guna menjaga keamanan masyarakat dari penyebaran Covid-19.
“Mari maknai malam pergantian tahun dengan bijak, dan mengontrol diri demi keselamatan bersama,” pungkas pejabat asal Ketewel ini. (ina/kb)

















