BTS Batal Bagikan Sembako

GIANYAR, Kilasbali.com – Bagi-bagi sembako oleh pihak pengusaha di tengah pandemi dan pemberlakukan PPKM Darurat ini tentunya sangat mulia. Namun, jika bantuan ini justru menimbulkan kerumunan, tentunya bisa menjadi petaka. Atas pertimbangan itupula pihak Restaurant Bebek Tepi Sawah (BTS) Peliatan, Ubud, tidak lagi membagikan Sembako di hari kedua, Minggu (18/7/2021).
Puluhan warga yang sudah berkumpul pun harus balik kanan dengan perasaan kecewa.
Aksi sosial yang dilaksanakan Restauran Bebek Tepi Sawah (BTS), yang berlokasi di Jalan Raya Teges, Peliatan, Ubud, dilaksanakan mulai Sabtu lalu.
Paket sembako digantung di depan restaurant dan diharapkan hanya masyarakat jujur, karena sembako itu hanya bagi yang sangat membutuhkan. Pelaksanakan di hari pertama pun berjalan lancar.
Namun, pada hari kedua, karena informasinya sudah menyebar, justru warga berdatangan, sehingga para kepolisian pun datang untuk memastikan warga tetap jaga jarak.
Tidak ingin kegiatan sosialnya justru membahayakan masyarakat, BTS pun akhirnya membatalkan pembagian sembako tersebut.
Saat dihubungi, Menejer Bebek Tepi Sawah, Eka Setiawan menyebutkan jika pihaknya dilematis dengan kondisi hari itu.
Pihaknya khawatir jika pembagian sembako tersebut tetap dilakukan, maka pihaknya akan merasa bersalah jika ada warga yang terpapar Covid-19 saat dalam antrian.
“Antusias masyarakat yang datang kami pahami, mungkin mereka sangat mengharapkan bantuan tersebut. Namun, posisi kami juga jadi serba salah,” ungkapnya.
Disebutkan, bantuan yang diberikan pihaknya adalah sembako yang terdiri dari, dua kilogram beras, satu gelas minyak goreng dan dua buah mie.
Di hari pertama, pihaknya sangat bersyukur karena hanya warga yang benar-benar membutukan yang mengambil sembako.
“Tapi hari ini, yang datang terlalau banyak dan kami takut terjadi kerumunan. Dengan berat hati, terpaksa pembagian sembako yang sudah kami siapkan hari ini kita batalkan,” terangnya.
Namun aksi sosialnya ini akan tetap dilaksanakan. Hanya saja pihaknya masih memikirkan cara untuk mengantisipasi kerumunan.
“Kami tidak ingin menimbulkan kerumunan. Rencana kami berkeliling membagikan sembako memakai mobil, tapi efektivitasnyanya perlu kami pertimbangkan juga,” pungkasnya. (ina/kb)

















