
DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali, Pasikian Pecalang Bali dan Pasikian Yowana Bali untuk bersama memantapkan pelaksanaan program dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang belum terlaksana secara sempurna.
“Dalam mewujudkan perekonomian yang seimbang dan merata, peran aktif Paiketan Krama Istri, Pasikian Pecalang dan Pasikian Yowana Bali sangat diperlukan dalam mensukseskan visi misi untuk mewujudkan Bali Era Baru,” kata Koster saat membuka Sosialisasi 1 Juta Krama Bali dan 1 Juta Yowana Bali, di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, Jumat (4/12/2020).
Menurutnya, setelah menuntaskan40 Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) selama dua tahun, dirinya akan melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur di Bali.
Kata dia, langkah ini untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang seimbang, aman, nyaman dan bangkit khususnya dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
“Perda dan Pergub penting dibuat sebagai pondasi dan landasan pembangunan daerah yang memang sebelumnya sudah direncanakan. Sehingga setiap langkah pembangunan akan diikat sebuah aturan yang jelas agar tidak ada ketimpangan dan penyimpangan di kemudian hari,” tegasnya.
Sementara dengan diaktifkannya Pakis Provinsi Bali dan Pasikian Yowana Bali, Koster mengharapkan kedua organisasi ini mampu bekerja beriringan dengan Pasikian Pecalang Bali untuk terus mensosialisasikan pentingnya sebagai warga Bali yang berdomisili di Bali untuk sama-sama menjaga Bali.
Sehingga, lanjut dia, Bali tetap aman, nyaman, penuh toleransi dan tanggung jawab serta rasa persaudaraan yang tinggi juga tetap untuk dijaga dan dipelihara demi keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang kokoh.

Sementara itu, Putri Suastini Koster mengatakan, Paiketan Krama Istri yang memiliki peran mensosialisasikan sekaligus menyampaikan tugas-tugas sebagai seorang istri dan juga pendamping dalam rumah tangga, adalah melaksanakan kewajiban menjaga keluarga dengan tata kelola kekeluargaan yang mampu memproteksi diri dan anggota keluarga untuk terhindar dari kegiatan atau hal-hal yang bersifat negatif atau buruk.
“Bagaimanapun kesuksesan sebuah keluarga ditentukan oleh pendidik pertamanya yakni orangtua khususnya seorang ibu, sehingga wanita itu harus cerdas dan telaten agar generasi yang tumbuh mampu menjadi putra-putri dengan karakter yang mandiri,” pungkasnya. (jus/kb)

















