
DENPASAR, Kilasbali.com – Anggota DPRD Kota Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada mengatakan, selain 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) yang menjadi kunci dalam menangkal penyebaran covid-19 adalah mengaktifkan lagi tenaga penyuluh di tengah-tengah masyarakat.
Meskipun pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota telah mengeluarkan regulasi dan imbauan, bahkan penerapan sanksi juga, menurutnya tentunya dibutuhkan kembali sebuah sosialisasi.
Sosialisasi yang dimaksud adalah membentuk tim penyuluhan atau pencerahan kepada masyarakat agar sadar dengan protokol kesehatan.
“Sepanjang tidak terjadi kesadaran dalam pola pikir dan pola prilaku, sulitlah kita akan menangani atau menangkal pandemi ini,” sebutnya.
Tokoh Puri Peguyangan ini juga meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. Namun lebih berhati-hati dalam berkomunikasi tentang covid-19 ini.
“Kita sudah tidak pada waktunya saling menyalahkan lagi. Menyalahkan pemerintah, masyarakat dan semua pihak. Ini adalah kesadaran kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat,” imbuhnya.
Masyarakat sudah 8 bulan beradaptasi dengan covid-19 dan tidak perlu takut lagi, walaupun belum ada solusi permanen yang bisa menjamin bahwa covid-19 ini bisa segera hilang.
“Perlu tim penyuluh dengan bahasa yang lebih gamblang, bahasa yang merakyat, yang gampang dipahami oleh masyarakat karena ini kan yang tidak terjadi. Dengan mendengarkan langsung dari penyuluh masyarakat jadi lebih aware,” imbuhnya.(sgt/kb)

















