Dinas PUPR Tabanan Optimis Tugu Singasana Tuntas di Desember 2026

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan menyatakan optimisme tinggi bahwa penataan ikon baru daerah, Taman Tugu Singasana, akan selesai tepat waktu pada Desember 2026 mendatang.
Proyek bernilai belasan miliar rupiah ini dipastikan terus dikerjakan tanpa hambatan untuk memenuhi rencana penataan wajah perkotaan.
Pembangunan monumen di atas lahan eks Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Tabanan tersebut kini sudah memasuki pekan ke-15.
Penggarapan konstruksi fisik di lapangan dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan cuaca maupun kelangkaan bahan bangunan.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, memaparkan kemajuan pengerjaan yang dicapai hingga awal bulan ini.
Proyek dengan pagu anggaran Rp 14 miliar tersebut kini telah merealisasikan sepertiga dari total target fisiknya.
“Memasuki awal bulan September ini progres penataan Taman Tugu Singasana sebesar 31,056 persen,” ujar Partana pada Selasa (8/9).
Secara fisik, kemajuan pengerjaan rata-rata baru menyelesaikan fondasi dasar dan kerangka beton bertingkat.
Struktur basement, lantai satu, lantai dua, hingga proses pengecoran plat pada lantai empat monumen kini sudah berdiri tegak di lokasi.
Selain bangunan utama, tim pekerja juga telah menuntaskan pembuatan area kolam besar dan kolam kecil sebagai penghias taman.
Sistem perpipaan pada puncak atap menara serta jaringan mekanikal, elektrikal, dan plumbing pendukung juga sudah selesai terpasang.
Keyakinan bahwa megaproyek ini akan rampung tepat waktu kian menguat setelah adanya peninjauan langsung oleh Bupati Tabanan beberapa waktu lalu.
Pihak dinas menegaskan pengerjaan tetap berjalan lurus sesuai cetak biru awal tanpa ada perubahan arsitektur sedikit pun. “Kami optimis selesai tepat waktu,” tegasnya.
Monumen setinggi 30 meter menjulang ke langit Tabanan ini nantinya tidak hanya berdiri sebagai pajangan.
Tempat ini juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti area tempat duduk yang nyaman, relief perjuangan, patung singa, serta ruang bawah tanah untuk menampung berbagai aktivitas.
Melalui penataan terpadu ini, infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi episentrum interaksi sosial baru bagi warga lokal maupun pelancong.
Monumen ini sekaligus menjadi simbol visual yang merekam sejarah perkembangan Tabanan dan masyarakatnya dari masa ke masa.
“Bangunan ini diharapkan menjadi titik kumpul masyarakat Tabanan dan luar Tabanan. Karena menjadi bagian dari ruangan publik sekaligus media untuk mengenang sejarah dan mengambarkan kondisi Tabanan,” pungkasnya. (c/kb)

















