Ratusan Pejabat Tabanan Masuk Barak untuk Ikuti Diklat Bela Negara

TABANAN, Kilasbali.com – Seratus orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mulai dari eselon II seperti kepala dinas (kadis) atau setingkatnya hingga pejabat eselon III dan IV resmi masuk barak militer Rindam IX/Udayana pada Minggu (6/9).
Di sana, mereka akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) Bela Negara yang akan dibuka secara resmi pada Senin (7/9) hingga Jumat (11/9) mendatang.
Dari hari pertama, seluruh peserta langsung diwajibkan mengikuti serangkaian persiapan fisik dan administratif di lokasi latihan militer.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, I Nyoman Sastera Wibawa, mengonfirmasi keikutsertaan para pejabat tersebut.
Ia memaparkan bahwa pelatihan ini akan berlangsung secara intensif selama hampir sepekan penuh.
“Untuk eselon II setingkat kadis atau kaban ada sepuluh orang yang ikut,” jelas Sastera.
Pada hari pertama kedatangan, para kepala dinas bersama peserta lainnya langsung menjalani registrasi ketat dan pemeriksaan medis.
Selain itu, mereka juga langsung diarahkan untuk menempati barak-barak militer yang telah disiapkan serta mengikuti orientasi lapangan mengenai tata tertib diklat.
Sastera menjelaskan bahwa seluruh materi dan penempaan fisik selama pelatihan akan diisi langsung oleh jajaran instruktur dari militer.
Para birokrat ini dituntut mengikuti jadwal kegiatan yang sangat padat dan disiplin tinggi dari pagi buta hingga menjelang malam.
“Dari jam 4 pagi sudah bangun. Kemudian persiapan segala macam. Olahraga. Baru materi Bela Negara. Sampai jam 10 malam,” jelasnya.
Di samping latihan fisik yang menguras energi, pembekalan ini juga menyasar penguatan mentalitas pelayanan publik para aparatur sipil negara.
Kebijakan pengiriman pejabat masuk barak ini lahir dari inisiatif langsung dari kepala daerah Kabupaten Tabanan untuk membentuk tim kerja birokrasi yang tangguh.
Sastera menyebut program ini merupakan gagasan dari Bapak Bupati untuk meningkatkan kedisiplinan dan soliditas tim serta menambah pemahaman mengenai Bela Negara.
Pihak BKPSDM juga memastikan agenda bela negara bagi pejabat daerah ini akan terus digulirkan secara berkala.
Sebelum diberangkatkan ke Rindam, panitia pelaksana juga menerapkan penyeleksian kesehatan yang ketat bagi seluruh peserta.
Skrining medis dilakukan secara umum untuk mengantisipasi potensi kendala fisik selama masa penempaan militer.
Jika terdapat peserta yang memiliki riwayat penyakit khusus, mereka diwajibkan menyertakan surat keterangan resmi dari dokter.
Tahapan ini penting dilakukan untuk menjamin keselamatan seluruh peserta bela negara selama menjalani latihan semi-militer.
Setelah merampungkan seluruh tahapan pelatihan intensif ini hingga tanggal 11 September mendatang, para peserta akan dievaluasi kelulusannya.
Mereka yang dinyatakan berhasil menyelesaikan diklat dengan disiplin penuh akan menerima sertifikat resmi Bela Negara yang diterbitkan oleh Rindam IX/Udayana. (c/kb)

















