Paradise Indonesia Group Hadirkan Maison AÉLA di Sanur

SANUR, Kilasbali.com – Melalui kreativitas dan inovasi pengembangan properti gaya baru, Paradise Indonesia Group menghadirkan Maison AÉLA, sebuah koleksi villa premium dengan konsep boutique quiet luxury living di jantung Sanur, tepatnya di Jalan Danau Tamblingan, dalam seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking), Rabu (8/4/2026), yang dihadiri oleh stakeholders utama beserta mitra bisnis dan masyarakat sekitar.
Turut hadir, Handoko Sutjahjo (PT Jaya Kusuma Sarana), Harris Gozali (Deputy CEO Paradise Indonesia Group), I Kadek Arsa (PT Banyu Mas Lima Perkasa), Diana Solaiman (Direktur PT Grahatama Kreasibaru), Agus Sulistyo (Komisaris Paradise Indonesia Group), Rai Aryawati (PT Ratio Construction Management), Nelly Kurniawan (Direktur PT Graha Pradipta Pratama), dan Karel Patipeilohy (Komisaris Paradise Indonesia Group)
Maison AÉLA menciptakan pendekatan hunian yang lebih refined dan selaras dengan kebutuhan masa kini yang berfokus pada kualitas hidup, ketenangan, serta desain yang berkelanjutan, baik secara emosional maupun fungsional. Juga menghadirkan diversifikasi produk properti, khususnya pada segmen boutique residential yang lebih eksklusif dan berorientasi pada gaya hidup, yang dirancang dengan pendekatan lebih personal dan intimate.
Menurut Direksi Paradise Indonesia Group Patrick Rendrajaja, Maison AÉLA merupakan bagian dari upaya untuk terus mengembangkan portofolio yang relevan dengan perubahan preferensi pasar. Hal ini didasari adanya pergeseran menuju hunian yang tidak hanya menawarkan lokasi dan fasilitas, tetapi juga kualitas hidup yang lebih tenang, personal, dan berkarakter.
Turut mengangkat potensi Sanur sebagai destinasi hunian premium, sehingga Maison AÉLA merupakan pengembangan boutique villa eksklusif yang dibangun di kawasan destinasi wisata yang tenang, matang, dan penuh kualitas. Dengan jumlah unit yang terbatas dan perencanaan yang mengutamakan kualitas ruang serta ketenangan, juga terasa lebih personal, understated, dan selaras dengan karakter lingkungan Sanur yang established.
Selain terbatas hanya 11 unit, Maison AÉLA dilengkapi dengan empat kamar tidur beserta ensuite bathroom, private pool, taman, hingga rooftop terrace, serta mengusung konsep turnkey, villa ini nantinya akan siap diserahterimakan dengan kondisi fully furnished yang siap digunakan.
Kemewahan Maison AÉLA terlihat dari kualitas ruang dan bangunan, seperti pencahayaan alami, aliran udara, dan harmonisasi antara ruang dalam dan luar. Sebagai signature element Maison AÉLA, lifted garden courtyard dirancang menjadi taman komunal yang hijau aman, dan bebas kendaraan, tanpa mengorbankan privasi di setiap unit.
Juga memiliki akses privat ke pantai, menjadikan Maison AÉLA sebagai representasi dari kehidupan tepi pantai yang tenang, matang, dan berkelas. Didukung oleh pengelolaan profesional serta konsep lock-and-leave, serta menawarkan fleksibilitas bagi pemilik dengan mobilitas tinggi, baik untuk tinggal maupun berlibur.
“Pada akhirnya, ruang yang baik adalah ruang yang mampu menghadirkan berbagai rasa; seperti rasa memiliki, rasa nyaman, dan rasa ingin kembali. Sebab, Maison AÉLA dirancang untuk menjadi tempat, di mana setiap orang dapat menciptakan momen berkualitas dan koneksi yang bermakna,” kata Patrick Rendradjaja.
Maison AÉLA dimiliki dan dikembangkan oleh PT Graha Pradipta Pratama, bagian dari Paradise Indonesia Group yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan properti dan hospitality di Indonesia. Seluruh kawasan dan unit villa dirancang untuk menghadirkan rasa tenang dan kemudahan, sehingga setiap momen dapat dinikmati secara utuh, tanpa distraksi. Sebuah pendekatan yang sederhana, namun terasa humanis: menghadirkan hunian yang nyaman, relevan, dan effortless untuk dijalani.
Sementara, Paradise Indonesia Group adalah kelompok perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2002, mengembangkan dan mengelola properti gaya hidup ikonik di beberapa kota besar di Indonesia. Bersama beberapa anak perusahaannya yang memiliki dan mengelola beragam portofolio hotel, pusat perbelanjaan, dan apartemen yang bersinergi untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan.
Memiliki 14 hotel yang tersebar di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta, dan Makassar, yang terdiri dari hotel bisnis bintang 2 hingga bintang 5, serta mengoperasikan 6 pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jakarta, Bandung, dan Bali. Melalui kelompok usahanya, Paradise Indonesia Group juga mengembangkan dan mengoperasikan bisnis restoran gaya hidup di beberapa tempat di Bali.
Saat ini, Paradise Indonesia Group sedang mengembangkan 3 proyek, yaitu pengembangan mixed-use Antasari Place di Jakarta Selatan; pengembangan 23 Semarang Shopping Center dalam kawasan mixed-use unggulan di Kota Semarang; dan pengembangan gaya hidup dengan densitas rendah di Balikpapan. (Kb/djo)

















