Pelepasan 1.000 PMI ke Bulgaria, Arya Wibawa Ingatkan Ini

DENPASAR, Kilasbali.com – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, keberangkatan pekerja migran merupakan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membawa citra positif daerah.
Hal ini disampaikan Arya Wibawa di sela mendampingi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Mukhtarudin, dalam pelepasan 1.000 calon pekerja migran Indonesia (PMI) sektor hospitality yang akan diberangkatkan ke Bulgaria, Kamis (2/4), di Hotel Prama Sanur Beach. “Di Kota Denpasar terdapat 120 pekerja migran yang turut diberangkatkan hari ini. Kami berharap mereka dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga diri, serta tetap menjalin komunikasi dengan keluarga,” ujarnya.
Arya Wibawa juga mengingatkan bahwa pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bali, termasuk sikap ramah dan etos kerja yang baik, sebagai identitas yang harus dibawa ke mancanegara. “Jadilah duta bangsa yang membanggakan, dengan menunjukkan profesionalisme, keramahan, dan integritas dalam bekerja,” ungkapnya.
Menteri P2MI, H. Mukhtarudin, menyampaikan apresiasi kepada para calon pekerja migran yang telah melalui proses panjang, mulai dari pelatihan hingga seleksi, sebelum akhirnya siap diberangkatkan ke luar negeri. Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan hanya langkah mencari penghidupan, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata terhadap perekonomian bangsa. “Pelepasan ini bertepatan dengan momentum Purnama Kadasa yang dimaknai sebagai waktu yang baik untuk memulai langkah baru dengan niat suci serta harapan akan keselamatan dan kesejahteraan,” ujar Mukhtarudin.
Disampaikan pula bahwa pemerintah pun memastikan akan terus memantau dan mendampingi para pekerja migran selama menjalani masa kerja di luar negeri. Dengan bekal keterampilan, kesiapan mental, serta dukungan pemerintah, para pekerja migran diharapkan mampu meraih pengalaman dan kesuksesan, serta kembali ke tanah air dengan membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan daerah. “Pekerja migran adalah pahlawan devisa. Kontribusi remitansi yang dikirimkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah dan nasional,” ujar Mukhtarudin. (m/kb)

















