
TABANAN, Kilasbali.com – Seorang pemuda asal Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Ahmad Sandi Wardana (27), terjun ke bawah jembatan sedalam enam meter di Desa Bajera, Selemadeg, Senin (23/3) pagi.
Kecelakaan tunggal ini diduga dipicu akibat korban tidak menguasai medan jalan yang menikung tajam serta minimnya lampu penerangan di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi di jalur umum jurusan Antap Kaja-Bajera, tepatnya di Banjar Dinas Bajera Jero sekitar pukul 07.00 Wita.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, menjelaskan bahwa lokasi jatuhnya korban berada di titik yang cukup ekstrem bagi pengendara yang tidak biasa melintas di sana.
“(Penyebab) pastinya belum diketahui, dugaan sementara karena korban tidak mengetahui medan jalan. Sampai saat ini, korban belum sadar,” ujar Made Berata.
Dari keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai motor Honda Vario DK 2815 FDD melaju dari arah selatan (Gilimanuk) menuju utara (Denpasar).
Karena kondisi jalan yang menikung, korban kehilangan kendali sehingga motor meluncur melewati bahu jalan sebelah kanan hingga terjatuh ke bawah jembatan di utara aliran sungai.
“Diduga pengendara kurang mengetahui medan atau jalur yang dilalui,” imbuhnya.
Kerasnya benturan akibat jatuh dari ketinggian membuat korban mengalami luka serius di sekujur tubuh hingga tak sadarkan diri.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan medis karena posisinya yang berada jauh di bawah permukaan jalan raya.
“Kedalaman dari permukaan jalan di jembatan sampai bawah sekitar enam meter,” imbuhnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada tumit dan lutut kaki kanan, serta diduga menderita patah tulang pada kaki dan tangan kiri.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSU Tabanan setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Puskesmas Selemadeg. “Kondisi korban dalam keadaan penurunan kesadaran,” ujarnya.
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari korban mengenai kronologi detail kecelakaan tersebut.
Ini karena kondisi medis korban yang belum stabil dan belum menunjukkan respon komunikasi. “Sampai saat ini korban belum dapat dimintai keterangan,” sebutnya. (c/kb)

















