Low Season, Kunjungan Wisata di Tanah Lot Saat Imlek 2026 Turun

TABANAN, Kilasbali.com – Arus kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot pada momen libur Imlek 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat faktor cuaca dan periode low season.
Berdasarkan data resmi dari Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot pada Selasa (17/2), tepat saat Imlek 2026, jumlah pengunjung tercatat sebayak 3.142 orang. Jumlah ini jauh di bawah capaian Imlek 2025 lalu yang mampu menembus lima ribuan pengunjung.
Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya, mengonfirmasi catatan tersebut.
“Untuk libur Imlek tahun ini memang mengalami penurunan dibandingkan 2025. Tahun lalu angkanya ada di kisaran lima ribuan pengunjung,” ujar Sanjaya pada Rabu (18/2).
Secara teknis, ia menyebutkan bahwa momen Imlek kali ini berhimpitan dengan bulan puasa Ramadhan.
Hal itu membuat rata-rata industri pariwisata di Bali memasuki masa sepi kunjungan atau low season.
Selain itu, ia menyebutkan pengaruh lainnya seperti berlakunya kebijakan efisiensi di sejumlah daerah serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Selain kebijakan efisiensi daerah dan cuaca yang tidak menentu, saat ini juga memasuki periode bulan puasa. Di periode seperti sekarang memang sedang low season,” jelasnya.
Data harian sepanjang Februari 2026 menunjukkan fluktuasi kunjungan yang masih dinamis di kisaran 2.000 hingga 3.000 orang per hari.
Jumlah wisatawan asing yang biasanya menjadi tulang punggung ikon pariwisata Bali ini juga terlihat mengalami perlambatan yang cukup berdampak pada total angka kunjungan harian.
Menghadapi tantangan masa sepi ini, pihak pengelola berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi serta memperkuat strategi promosi digital guna menjaga stabilitas kunjungan.
Tanah Lot diyakini tetap memiliki daya tarik kuat melalui panorama pura di atas batu karang serta pemandangan matahari terbenam yang tetap menjadi magnet utama wisatawan.
Pihak manajemen tetap optimistis bahwa angka kunjungan akan kembali bergerak positif saat memasuki musim liburan berikutnya. Terutama saat Nyepi dan Idul Fitri pada 2026 nanti. (c/kb)

















