Panen di Danau Batur, 5 Ton Red Devil Dikirim ke Jembrana

BANGLI, Kilasbali.com – Sebanyak 5 ton ikan red devil hasil panen di Danau Batur, Bangli, dikirim ke pabrik tepung ikan Pengambengan, Jembrana, Jumat (14/2). Per kilogram, ikan invasif ini dihargai Rp 2000.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Bali, Putu Sumardiana, menyampaikan bahwa panen ikan red devil ini untuk pengendalian. “Total penjualan Rp 10 juta,” ungkapnya.
Dijelaskan, Danau Batur merupakan aset penting yang memiliki nilai strategis dari sisi ekologi, sosial, dan ekonomi, sehingga harus dijaga dari ancaman ikan invasif seperti red devil agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara dan terjaga.
“Red devil ini predator ikan nila, sehingga para pembudidaya yang ada di Danau Batur ini merugi. Karena produksi ikan nila menurun. Perbandingannya 8 ekor red devil berbanding 2 ekor ikan nila,” ungkapnya.
Dengan adanya panen perdana ini diharapkan mampu menekan populasi ikan invasif ini. Apalagi, dihargai Rp 2 ribu per kilogram, sehingga menjadi daya tambah penghasilan bagi masyarakat.
“Program ini akan terus berjalan. Kami akan menjajaki dan membuat perjanjian kerjasama (PKS) dengan perusahan tepung ikan yang ada di Jembrana,” katanya.
Sumardiana menuturkan, warga yang ada di Danau Batur mengaku mampu menangkap kurang lebih 1 ton setiap minggunya.
“Jadi kami tampung terlebih dahulu hasil tangkapan red devil di keramba penampung. Agar tidak rugi bolak-balik, setelah 2 – 3 ton baru kemudian dikirim ke Jembrana,” tuturnya.
Pihaknya berharap dengan adanya program penangkapan ini, populasi red devil ini semakin berkurang di Danau Batur.
“Kalau bisa sampai sirna (red devil, red), sehingga produksi nila para pembudidaya kembali normal seperti sebelumnya. Dengan demikian, saya harap perekonomian masyarakat dari sektor perikanan meningkat,” harapnya. (jus/kb)

















