
TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kecamatan Pupuan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tabanan memperbarui jumlah titik longsor yang sempat terjadi pada Kamis (15/1).
Berdasarkan data sementara hingga Minggu (18/1), terdapat 15 titik longsor dan satu titik banjir yang tersebar di beberapa desa.
Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana, mengonfirmasi bahwa belasan titik tersebut tersebar di berbagai desa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Jumlah ini mencakup kerusakan infrastruktur publik maupun fasilitas pribadi milik warga yang terdampak langsung hujan deras.
“Total ada 16 titik (bencana),” ujar I Gusti Kade Dwipayana saat disinggung mengenai longsor di wilayah tugasnya pada Minggu (18/1).
Salah satu dampak longsor adalah lumpuhnya akses jalan utama Antosari-Pupuan akibat di Desa Sanda.
Selain itu, banjir bandang juga dilaporkan memutus total jembatan penghubung antara Desa Munduktemu dengan Desa Kebon Padangan.
Masih di Munduktemu, longsor juga menutup satu titik akses jalan di wilayah desa setempat. Selanjutnya, senderan SMP Negeri 4 Pupuan di Desa Padangan jebol akibat longsor.
Sementara di Desa Sai tercatat ada titik kejadian. Titik bencana yang sebagian besar didominasi longsor itu menimpa rumah warga di Banjar Kubu, Banjar Tanah Sari, hingga dua rumah di Banjar Anggesari.
Sedangkan di Desa Pujungan, seorang warga bernama I Nengah Sukirna (56) melaporkan dapur miliknya rusak tertimpa longsoran dari tebing di dekat rumahnya.
Meski kerusakan materi akibat bencana pada Kamis (15/1) cukup masif, Dwipayana memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan peristiwa tersebut.
Saat ini, pihak kecamatan telah mengarahkan seluruh perbekel untuk bersurat resmi kepada BPBD Tabanan untuk penanganan teknis dan pemulihan infrastruktur.
Dwipayana juga menyebutkan bahwa sesuai arahan pimpinan, pemerintah kecamatan hingga desa diminta bersinergi dengan aparat lainnya dalam menangani dampak bencana.
Menurutnya, ini menjadi penekanan saat Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, meninjau kerusakan akibat bencana pada Jumat (16/1).
Dalam kunjungan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menyerahkan bantuan logistik berupa sembako, terpal, dan kebutuhan mendesak lainnya bagi warga terdampak.
“Dan arahan agar kami di kecamatan bersinergi dengan desa dan masyarakat dalam penanganan bencana,” imbuhnya.
Hingga saat ini, BPBD Tabanan masih terus melakukan asesmen di lapangan untuk menghitung total nilai kerugian materiil akibat bencana ini.
Warga juga diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, terutama bagi mereka yang tinggal di area rawan longsor dan perbukitan. (c/kb)

















