Pemkab Tabanan Bangun Ulang Patung Catur Muka di Jalan Gajah Mada

TABANAN, Kilasbali.com – Patung Catur Muka di Jalan Gajah Mada tidak luput dari objek penataan yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.
Patung Catur Muka yang telah berdiri puluhan tahun kini dirobohkan untuk diganti dengan bangunan baru yang memiliki dimensi jauh lebih besar dan megah.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (13/7), patung lama berbahan batu padas tersebut sudah tidak terlihat lagi di tempatnya.
Sebuah ekskavator tampak tengah sibuk melakukan penggalian serta pengerukan pada bagian pedestal patung yang kabarnya sudah mulai dibongkar sejak Minggu (12/7) lalu.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, mengonfirmasi bahwa penggantian ikon ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan penataan jalan yang sedang berlangsung.
Dimensi patung yang baru dipastikan akan mengalami peningkatan ukuran secara signifikan dibandingkan bangunan sebelumnya.
“Tetap patung Catur Muka, tapi dimensinya lebih besar,” ujar Partana.
Ia menjelaskan, keputusan pembangunan ulang ini didasari sejumlah pertimbangan dan adanya aspirasi dari masyarakat setempat.
Selain karena permukaan jalan yang akan menjadi lebih tinggi akibat pemasangan paving, terdapat permohonan resmi dari pihak Desa Adat Kota Tabanan agar keberadaan patung tersebut diperbaiki.
“Untuk (pembangunan ulang) patung Catur Muka di Jalan Gajah Mada ini juga permohonan dari Desa Adat Kota Tabanan untuk perbaikan,” imbuhnya.
Rencana ini juga sejalan dengan arahan Bupati Tabanan yang menginginkan patung Catur Muka nantinya semegah patung Bayi di Gianyar.
Patung lama yang dibuat sekitar awal 1990-an tersebut dinilai sudah terlalu kecil untuk kondisi tata kota saat ini.
“Kalau yang (ada) sekarang kecil. (Yang baru) dibuat lebih tinggi dan besar. Karena nanti permukaan jalan akan lebih tinggi karena ada paving,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah daerah setempat berharap keberadaan patung Catur Muka selaras dengan penataan Jalan Gajah Mada dari sisi estetika.
“Sesuai arahan pimpinan (Bupati Tabanan) agar semuanya sama-sama baru (baik penataan jalan dan patung Catur Muka),” tegasnya.
Pengerjaan karya seni ini dipercayakan kepada pematung I Nyoman Sudarwa. Proses pembuatan dilakukan secara terpisah di sebuah studio yang berlokasi di Tembau, Denpasar.
“Pengerjaan patungnya di workshop. Nanti akan dikirim per bagian dan dirakit kembali di lokasi (patung sekarang),” bebernya.
Proyek pembangunan patung baru ini dianggarkan secara terpisah dari paket penataan Jalan Gajah Mada.
Untuk pembangunan fisik patung Catur Muka yang baru, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,89 miliar lebih, di luar pagu penataan jalan yang mencapai Rp 29,8 miliar lebih.
Secara terpisah, Bendesa Adat Kota Tabanan I Made Suwardika memberikan keterangan senada.
Ia menyebutkan, keberadaan patung Catur Muka yang ada sekarang ini sudah tenggelam dengan ketinggian bangunan yang ada di sekitarnya.
Sesuai berjalannya waktu, keberadaan patung itu menjadi tenggelam di antara bangunan pertokoan di sekitarnya.
“Kami melakukan renovasi atau membangun kembali patung catur muka yang pertama paling urgent mengenai kondisi dari patung Catur Muka, karena beberapa struktur bangunan yang rusak,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan patung yang baru juga untuk mengimbangi ketinggian permukaan jalan Gajah Mada yang sedang ditata saat ini.
Dengan permukaan jalan yang nantinya dilapisi paving, permukaan jalan akan mengalami perubahan ketinggian dengan suasana di sekitar yang serba baru.
“Ini yang menjadi pemikiran kami bersama di Desa Adat Kota Tabanan agar patung Catur Muka lebih layak dan serasi dengan (ketinggian Jalan) Gajah Mada,” sebutnya.
Nantinya untuk patung Catur Muka yang baru rencananya dirancang dengan ketinggian 9 meter yang terdiri dari tinggi patung itu sendiri 6 meter dan pedestal 3 meter. (c/kb)

















