Pupuan Dilanda Hujan Deras Rabu Malam, Dua Rumah Warga Diterjang Longsor

TABANAN, Kilasbali.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan sepanjang Rabu (14/1) malam memicu terjadinya longsor di dua titik.
Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah bangunan milik warga mengalami kerusakan akibat diterjang material tanah.
Titik pertama longsor terjadi di Banjar Dinas Bantiran, Desa Bantiran, yang menimpa kediaman milik I Nengah Mundra (68).
Material longsor merusak tembok penyengker sepanjang lima meter dengan tinggi satu setengah meter, serta merusak bagian tiang garase rumah korban.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah yang dilaporkan terjadi pada Rabu (14/1) sore sekitar pukul 17.00 Wita tersebut.
Titik longsor lainnya terjadi di wilayah Banjar Dinas Anggasari Kaja, Desa Munduktemu, pada Kamis (15/1). Longsor menimpa rumah milik warga setempat, I Wayan Artawan.
Akibat hujan deras semalam, tembok penyengker dan senderan milik Artawan sepanjang kurang lebih 17 meter dengan tinggi sekitar lima meter ambrol tersapu longsor.
Selain itu, satu palinggih penunggun karang hancur dan tembok dapur Artawan retak-retak akibat tanah yang bergeser. Keretakan itu terjadi sepanjang kurang lebih lima meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengonfirmasi terjadinya musibah tersebut pada Kamis (15/1).
Ia mengatakan, tim dari BPBD Tabanan sudah terjun ke dua lokasi longsor tersebut untuk melakukan upaya penanganan.
“Tadi petugas kami sudah melakukan penanganan terhadap longsor pada dua titik di Kecamatan Pupuan,” ujar Srinada Giri.
Ia menambahkan, upaya penanganan dalam bentuk evakuasi sisa-sisa reruntuhan tembok yang ambruk dibantu oleh warga sekitar lokasi kejadian.
Timnya juga melakukan asesmen untuk memperkirakan tingkat kerusakan bangunan akibat longsor tersebut. “Tim kami juga langsung melakukan assessment,” pungkasnya. (c/kb)

















