
TABANAN, Kilasbali.com – Sebuah palinggih di Pura Desa Adat Jadi Anyar, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, hangus terbakar pada Kamis (1/1) dini hari.
Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh percikan atau bara kembang api yang dinyalakan saat malam pergantian tahun baru.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 Wita.
Saat kejadian, saksi yang juga Kelian Adat Desa Jadi Anyar, I Gusti Ngurah Juliadi, tengah beristirahat bersama warga dan pecalang usai memantau situasi keamanan desa selama puncak perayaan pergantian tahun.
Suasana tenang setelah perayaan tahun baru mendadak pecah saat seorang warga melaporkan adanya api di area pura.
Kelian adat bersama pecalang dan warga pun langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan informasi itu sekaligus memeriksa kondisi bangunan pura yang kebakaran.
“Sampai di TKP (tempat kejadian perkara), api terlihat di salah satu atap palinggih yang berbahan ijuk,” ujar Sukadana.
Melihat kobaran api di atap, warga beramai-ramai mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemkab Tabanan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah dan mencegah api merembet ke bangunan lain.
Selain memadamkan api utama, petugas juga melakukan proses pendinginan di area palinggih tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meskipun bangunan suci tersebut mengalami kerusakan.
Berdasarkan penghitungan dari Jero Mangku Pura Desa dan Kelian Adat Jadi Anyar, kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
Meski demikian, pihak pangempon pura dan Kelian Adat Desa Jadi Anyar menyatakan telah menerima peristiwa ini dengan lapang dada.
“Mereka menganggap insiden ini sebagai sebuah musibah,” pungkas Sukadana. (c/kb)

















