
GIANYAR, Kilasbali.com – Suara sirine mobil damkar dari berbagai arah dengan kecepatan tinggi, sempat meriuhkan suasana Ubud, Minggu (28/12).
Menyusul kebakaran hebat yang melumat sebuah bangunan lantai tiga bernama Tenanap di Jalan Monkey Forest. Karena besarnya api, hampir semua barang di tempat usaha resto plus relaksasi sauna itu ludes terbakar dengan kerugian ditafsir melebihi Rp 1 miliar.
Pagi Itu sekitar Pukul 07.30, Jalan Monkey Forest belum padat aktivitas. Tiba-tiba kepulan asap terlihat di bagunan lantai tiga, disusul kobaran api yang cukup besar.
Warga sekitar terlihat panik karena di kawasan tersebut sangat padat bangunan dengan posisi saling tempel dan semuanya menjadi tempat usaha pariwisata.
Luh Aan, warga yang kediamannya tak jauh dari lokasi mengaku pertama kali melihat asap saat sedang memasak di rumahnya.
Tak lama berselang, api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan. “Mendengar ada teriakan kebakaran, saya keluar dan terlihat asap dari atas, tapi tidak lama kemudian api langsung membesar,” ungkapnya.
Warga sekitar kemudian dengan cepat menghubungi pemadam kebakaran. Lima menit kemudian dua unit Damkar Ubud tiba di lokasi.
Melihat volume api yang cukup besar, lanjut meminta bantuan seluruh Unit di Gianyar untuk segera meluncur ke lokasi. “Banyak mobil kebakaran yang datang. Ada dari arah selatan, utara dan timur,” ungkap ibu muda ini.
Disebutkan, Tenanap baru beroperasi sekitar dua bulan sebelum insiden terjadi. Manager Restoran Tenanap, Amade, mengatakan saat kejadian tidak ada aktivitas operasional penuh di dalam bangunan. Seluruh karyawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Saat kejadian masih pagi dan belum ada banyak aktivitas. Kami bersyukur semua karyawan selamat dan tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Puluhan personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api serta material bangunan yang mudah terbakar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan awal kebakaran dipicu oleh gangguan instalasi listrik, mengingat sumber asap pertama kali terlihat dari lantai atas bangunan.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengatakan, masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran tersebut.
“Penyelidikan masih kami lakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat ditutup total selama proses pemadaman dan evakuasi. Petugas juga masih melakukan pendinginan dan pengamanan untuk mencegah api kembali menyala. (ina/kb)

















