Kiat Ulundanu Beratan Hadapi Tren Penurunan Wisatawan dengan Sediakan Edukasi Seni Bersertifikat

TABANAN, Kilasbali.com – Manajemen Daya Tarik Wisata atau DTW Ulundanu Beratan rupanya membuat program inovatif agar bisa mempertahankan kunjungan wisata di tengah tren penurunan.
Inovasi itu dilakukan dengan membuat program atraksi dan edukasi seni maupun budaya Bali kepada para pengunjung objek wisata di Kecamatan Baturiti tersebut.
Langkah ini ditempuh untuk menyiasati maraknya kebijakan larangan studi tur di beberapa daerah di luar Bali yang pengaruhnya cukup signifikan terhadap angka kunjungan wisata.
Melalui program edukasi tersebut, para siswa yang berkunjung diajak berpartisipasi aktif mempelajari kesenian tradisional Bali secara langsung.
Seperti dikatakan Humas DTW Ulundanu Beratan, I Made Sukarata, siswa bisa praktik langsung berbagai seni tari tradisional yang berakar dari kebudayaan Bali. Bukan sekadar menonton saja.
“Belajar kecak, belajar menari, belajar gamelan. Itu bisa (diikuti),” ujar Sukarata pada Minggu (28/12).
Pihak manajemen juga memberikan nilai tambah berupa sertifikat resmi yang diberikan ke sekolah dari para siswa yang ikut program edukasi itu.
Harapannya, dengan sertifikat itu para siswa tidak sekadar jalan-jalan semata, namun ikut belajar saat studi tur ke Bali.
Sukarata menjelaskan program ini dirancang agar para siswa tetap bisa berwisata sekaligus menimba ilmu, sehingga studi tur mereka memberikan pengalaman yang berkesan. “Dengan demikian, jalan-jalannya dapat, belajarnya dapat,” imbuh Sukarata.
Menurutnya, program edukasi ini sudah berjalan selama enam bulan terakhir sejak pertengahan 2025. “Itu sudah berjalan. Sekitar enam bulan lalu (mulainya),” ungkapnya.
Hingga saat ini, tercatat hampir seribu siswa telah berpartisipasi dalam program tersebut. Peserta terbanyak berasal dari Jawa Tengah sekitar 500 orang dan Jawa Timur sekitar 200 orang.
Untuk mengawali program ini, bukan suatu yang mudah bagi manajemen DTW Ulundanu Beratan.
Lewat promosi wisata yang gencar ke sejumlah agen perjalanan di beberapa daerah seperti Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur, program ini akhirnya bisa bertahan hingga sekarang.
Di luar itu, manajemen DTW Ulundanu Beratan tetap menyuguhkan atraksi seni dan budaya gratis bagi seluruh wisatawan umum yang berkunjung.
Atraksi itu dalam bentuk pementasan tari Kecak dan Barong. Bahkan, ke depannya manajemen berencana membuat pementasan itu rutin di tiap bulannya.
“Ke depannya, mungkin tari Kecak di minggu pertama dan tari Barong di minggu terakhir di setiap bulannya,” sebutnya.
Selebihnya, pengelola akan tetap menggelar kegiatan rutin seperti Parade Gebogan pada Juni dan Juli di tiap tahunnya serta parade seni budaya tradisional di akhir dan awal tahun. (c/kb)

















