
GIANYAR, Kilasbali.com – Asyik trek-trekan atau balap liar yang meresahkan masyarakat terus beraksi di saat tengah malam.
Kali ini, petugas yang sedang patroli gabungan melabrak aksi balap liat di Jalan IB Mantra tepatnya di simpang Banjar Rangkan.
Belasan personel Polres Gianyar sulit menangkap pelaku balapan, dan hanya mendapati sejumlah remaja penonton yang kemudian diganjar push-up sebelum dipulangkan.
Patroli sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), dipimpin oleh Pamapta III IPDA I Wayan Kesuma Putra dengan melibatkan sebanyak 15 personel gabungan piket fungsi.
Terdiri dari unsur Pamapta, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Lantas, Samapta, Dalmas, serta Propam.
Patroli menggunakan sejumlah kendaraan dinas dan diawali dengan apel gabungan di depan SPKT Polres Gianyar untuk pemberian arahan pelaksanaan (APP).
Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, Minggu (21/12), menyampaikan bahwa patroli rutin merupakan langkah preventif Polri untuk menekan potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada jam rawan.
“Patroli rutin ini merupakan upaya pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama pada malam hingga dini hari. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Chandra.
Patroli dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah titik dan jalur rawan, di antaranya Jalan Ngurah Rai Gianyar, Alun-Alun Kota Gianyar, Jalan Raya Samplangan, Jalan Raya Tulikup, Simpang Siyut, hingga Bypass Prof. IB Mantra jalur selatan, termasuk wilayah Ketewel dan Masceti.
Saat patroli di kawasan Pasar Gianyar dan Alun-Alun Kota Gianyar, petugas mendapati kerumunan anak muda yang sedang nongkrong.
Personel kemudian memberikan imbauan agar segera membubarkan diri, beristirahat lebih awal, serta tidak melakukan aktivitas negatif seperti mengonsumsi minuman keras.
Selanjutnya, sekitar pukul 02.10 WITA, tim patroli menerima informasi adanya aktivitas trek-trekan di wilayah Banjar Rangkan, Ketewel, Bypass Prof. IB Mantra.
Tim segera bergerak ke lokasi dan membubarkan kegiatan tersebut. Beberapa remaja yang kedapatan menonton aksi trek-trekan diberikan pembinaan di tempat sebagai bentuk edukasi dan efek jera.
Dia menegaskan bahwa Polres Gianyar akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum secara humanis.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melakukan kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Gianyar,” tegasnya. (Ina/kb)

















