
TABANAN, Kilasbali.com – Seorang sales pipa bernama Mudi Susilo (46) asal Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, ditemukan tewas di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di lingkungan Banjar Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, pada Jumat (31/10) pagi.
Ia ditemukan dalam keadaan tergeletak bersama motor yang dikendarainya, Honda Beat hitam berpelat DK 3786 FCW, di pinggir jalan sekitar pukul 06.00 Wita oleh beberapa pengendara motor lainnya yang sedang melintas.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Wayan Suastika, mengonfirmasi adanya pengendara motor yang ditemukan tewas tergeletak di jalur Denpasar-Gilimanuk itu.
“(Saat ditemukan) pengendara motor Honda Beat hitam bernopol DK 3786 FCW dalam keadaan terjatuh di pinggir jalan,” jelas Suastika dalam keterangannya pada Sabtu (1/11).
Beberapa pengendara yang melihat keadaan itu berupaya memberikan bantuan terhadap korban yang belakangan diketahui bernama Mudi Susilo itu.
Namun, saat dipanggil-panggil, korban tidak memberikan respon sama sekali. Korban kemudian diangkat dan diterlentangkan di pinggir jalan.
Saat itu, beberapa saksi menyebutkan bahwa korban sama sekali tidak memberikan respon. Bahkan, saat nadinya diperiksa sudah dalam keadaan tidak berdenyut.
Singkat cerita, saksi pertama yang kebetulan dari Kabupaten Jembrana menelepon petugas untuk melaporkan keberadaan dan kondisi korban itu kepada Unit Laka Lantas Polres Jembrana.
Informasi itu kemudian ditembuskan kepada petugas Polsek Selemadeg yang selanjutnya datang ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, korban diduga kuat sudah meninggal dunia.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat kelelahan karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Dugaan ini juga diperkuat dengan keterangan medis dari petugas di ruang jenazah RS Singasana tempat jenazah korban dibawa usai ditemukan tergeletak di pinggir jalan.
Selain itu, teman korban juga menyebutkan sejak tiga hari sebelumnya, wajah korban terlihat pucat seperti orang kelelahan.
“Rekan kerja korban melihat selama tiga hari sebelumnya, wajah korban pucat,” imbuh Suastika.
Menurutnya, jenazah korban kini sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Dalam kejadian ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi atau pemeriksaan lebih lanjut.
“Pihak keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak melaporkan peristiwa ini ke ranah hukum,” pungkasnya. (c/kb).

















