KPU Tabanan Bikin Pemilihan Ketua OSIS Rasa Pemilu Serentak di 22 Sekolah

TABANAN, Kilasbali.com – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Tabanan bikin inovasi dalam urusan pendidikan atau edukasi bagi pemilih pemula.
Inovasinya dalam bentuk pemilihan Ketua OSIS SMA/SMK/Madrasah rasa Pemilu yang berlangsung secara serentak pada Selasa (21/10).
Total ada 22 sekolah yang menggelar pemilihan Ketua OSIS rasa Pemilu tersebut. Jumlah calon ketua masing-masing sekolah bervariasi. Ada dua orang hingga lima orang dalam satu sekolah.
Di SMAN 1 Tabanan misalnya, ada lima calon ketua OSIS yang maju dalam pemilihan.
Proses pemilihan Ketua OSIS rasa Pemilu itu bahkan dipantau langsung oleh KPU Bali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Meski tidak sesempurna Pemilu sesungguhnya, pemilihan itu lumayan seru. Lantaran ada kampanye tiap calon, orasi politik berisi visi misi calon ketua OSIS, hingga pemungutan suara.
Tidak hanya itu, dari sisi pelaksanaannya, pemilihan ini juga disertai dengan keberadaan petugas tempat pemungutan suara (TPS) atau saat pemilu biasanya disebut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) plus para saksi tiap calon ketua.
Di tahap akhir, KPPS akan melaksanakan proses penghitungan perolehan suara masing-masing calon ketua yang maju dalam pemilihan.
“Kami menyambut baik inisiatif KPU Tabanan ini bersama Pemkab dan KNPI dalam melibatkan proses pendidikan politik bagi pemilih pemula ini,” kata anggota KPU Bali, I Gede John Darmawan.
Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS serentak ini sebetulnya menjadi salah satu tujuan dan proses pembelajaran bagi pemilih pemula.
“Edukasi mengenai pendidikan bagi pemilih pemula,” imbuh Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Pemilih, dan Sumber Daya Manusia di KPU Bali ini.
Apalagi, sambung John, partisipasi pemilih dan pemilu dan pilkada pada 2024 menempati 53,8 persen dari kelompok umur milenial dan gen z. “Sedangkan gen z itu ada di 23 persen,” sebutnya.
Hanya saja, antara partisipasi di pemilu dan pilkada 2024 perbandingannya sedikit berbeda. Antusiasme lebih tinggi ketika pemilu, tetapi menurun di pilkada.
“Karena mungkin isu lokal dan nasional berbeda. Dan pengaruh media sosial juga berbeda. Itu yang mungkin menjadi trigger (pemantik) menurut pandangan kami,” sebutnya.
Terlepas dari itu, John menilai edukasi pemilih pemula masih sangat relevan dilakukan terlebih di rentang waktu yang ada saat sekarang sebelum momen pemilihan pada 2029.
“Dengan jauhnya rentang waktu dari 2024 untuk terakhir kalinya pemilihan, sekarang 2025, dan pemilu pada 2029 nanti akan ada penambahan jumlah pemilih pemula,” ujarnya memprediksi.
Menurutnya, sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Bali, setiap tahunnya ada 40-50 ribu murid yang masuk ke jenjang kelas sepuluh atau satu SMA.
“Cukup banyak bila dikali lima tahun. Itu baru yang berusia 15 tahun. Belum yang berusia 16 dan 17 tahun. Jadi kami prediksi aka nada penambahan pemilih pemula sekitar 600 ribu,” bebernya.
Sementara itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tabanan yang menjadi bagian kolaborasi dari pelaksanaan kegiatan ini hendak merutinkan pemilihan ini setiap tahunnya.
“Kami berencana akan melaksanakan kegiatan ini setiap tahun,” sebut Ketua KNPI Tabanan, I Gede Paramarta Daisuke Matsuzawa.
Rencana itu, sambungnya, sebagai bentuk kolaborasi KNPI bersama KPU dan Bakesbangpol untuk terus meningkatkan pemahaman anak-anak muda mengenai kepemiluan.
“Karena mereka merupakan calon pemilih pemula ketika nanti ada hajatan pemilu berikutnya,” sebut Daisuke.
Ia menambahkan, seluruh ketua OSIS hasil pemilihan ini nanti akan dikukuhkan secara serentak oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, di Gedung Kesenian I Ketut Maria pada 28 Oktober 2025 mendatang atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. (c/kb)

















