Akan Dijadikan Hutan, SMPN I Gianyar Justru Bangun Rumbel

GIANYAR, Kilasbali.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra, dalam setiap kesempatan menyampaikan bahwa areal Kantor Bupati Gianyar termasuk SMPN I Gianyar dan kantor lainnya akan digusur. Dengan luas areal sekitar 7 hektar di tengah kota itu, nanti akan dijadikan hutan yang berfungsi sebagai jantung Kota Gianyar.
Namun terkesan ironis, karena perencanaan itu terkesan parsial. Terlebih saat ini justru proyek ruang belajar (rumbel) senilai Rp 450 Juta sedang dibangun di SMPN I Gianyar.
Dari informasi yang diterima, Selasa (14/10), proyek.pembangunan ruang kelas baru di SMPN I Gianyar itu, anggarannya bersumber dari APBD Gianyar. Nilainya Rp 449. 989.940 atau hampir mencapai Rp 450 Juta.
Proyek yang direncanakan membutuh waktu 3 bulan ini pun menuai sejumlah pertanyaan. Karena Bupati Mahayastra berencana akan memindahkan SMPN I Gianyar ke lokasi yang baru yang dinilai lebih representatif dan bahkan digadang akan menjadi sekolah percontohan.
Dewa Agung Ariawan, orang tua siswa setempat pun mengaku bingung dengan pembangunan rumbel tersebut. Mulai bulan ini dirinya melihat ada pembangunan di lantai 2 bagian depan barat halaman sekolah.
“Kami sih tidak ada masalah dengan pembangunan itu. Tapi bapak bupati kan menyebutkan sekolah akan dipindah. Lalu kenapa harus buang-buang anggaran dengan pembangunan rumbel ini,” herannya.
Sementara itu, saat menghadiri Musda Partai Golkar, Senin (13/10) lalu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra kembali menegaskan jika setelah Pembangunan Puspem, Kantor Bupati Gianyar sekarang ini dipastikan Tergusur. Termasuk pula SMPN I Gianyar dan lainnya.
“Kita akan jadikan lahan seluas 7 hektar itu sebagai hutan yang berfungsi sebagai jantung kota Gianyar,” ungkapnya.
Sedangkan Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama mengatakan, rencana pemindahan SMPN 1 Gianyar sudah pasti. Sementara pembangunan rumbel tersebut bersifat urgent, untuk menciptakan pendidikan yang lebih efektif, hingga sekolah benar-benar dipindah ke Bakbakan pada akhir 2027.
Saat ini, rata-rata siswa per kelas di SMPN 1 Gianyar 42 orang. Berdasarkan nilai efektivitas belajar, jumlah tersebut melampaui batas, dimana batas maksimal per kelas untuk siswa SMP adalah 32 orang.
“Menciptakan kualitas pendidikan yang maksimal, sehingga pembangunan rumbel ini sangat dibutuhkan sampai menunggu pindah ke gedung baru,” ujarnya.
Dalam penggunaan APBD, kata dia, sesuai tata kelola pemerintah yang baik ada tiga variabel, yakni efektif, efisien dan ekonomis.
“Jadi, terkait pembangunan rumbel ini kita melihat dari sisi efektifnya, untuk kepentingan pendidikan yang menjadi prioritas Bapak Bupati Gianyar,” jelasnya singkat. (ina/kb)

















