
TABANAN, Kilasbali.com – Kebakaran terjadi pada rumah satu warga Banjar/Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, pada Rabu (8/10) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 Wita terjadi pada rumah milik I Wayan Suardana yang saat itu sedang pergi menghadiri upacara kremasi.
Dugaan sementara, kebakaran yang menimbulkan kerugian materi sekitar Rp 300 juta itu disebabkan oleh korsleting listrik.
Kepala Seksi atau Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata, mengonfirmasi adanya kejadian itu.
“Korban jiwa (dalam peristiwa ini) nihil. Kerugian materi diperkirakan Rp 300 juta,” kata Berata dalam keterangannya.
Dugaan mengenai korsleting listrik yang menjadi penyebab kebakaran itu didasarkan pada keterangan dua saksi yang juga saudara dari pemilik rumah tersebut.
Dari keterangan dua saksi tersebut, sebelum mengetahui adanya kebakaran, mereka mendengar ada suara ledakan kecil dari rumah korban.
“Saksi satu dan dua merupakan sepupu korban (Suardana). Saat itu, mereka ada di rumah dan sedang membuat anyaman keranjang,” jelas Berata.
Awalnya, mereka tidak menghiraukan suara ledakan kecil itu. Namun, tidak lama kemudian, mereka kembali mendengar suara serupa.
Dalam ledakan susulan itu mereka juga mendengar suara seperti benda yang sedang terbakar dari arah rumah korban.
Dari sana, mereka mulai curiga dan mencoba untuk memeriksanya. Saat memastikan sumber bunyi itu, mereka sudah melihat ada kobaran api yang besar di rumah korban.
Satu di antara saksi itu kemudian pergi keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. Kebetulan di dekat mereka sedang ada keramaian lantaran ada upacara pernikahan.
Tidak lama kemudian, warga yang sedang berada di lokasi upacara pernikahan berduyun-duyun datang ke lokasi kejadian dan berusaha memadamkan kobaran api.
Namun, upaya penanggulangan api baru membuahkan hasil setelah dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemkab Tabanan tiba.
Sementara itu, Suardana mendapatkan informasi bahwa rumahnya kebakaran dari adiknya yang ikut dalam upacara kremasi di Desa Adat Bedha, Kecamatan Tabanan.
Adiknya saat itu mendapatkan telepon dari salah seorang warga bahwa rumah kakaknya kebakaran.
Masih dari keterangan Suardana, ia pergi dari rumahnya sekitar pukul 06.30 Wita. Ia lupa mencabut terminal kabel dekat kasur di dalam rumahnya.
Terminal kabel itu menghubungkan arus listrik dari stop kontak ke televisi. Posisi kabel itu melintang di samping kasur dari pintu depan hingga televisi.
Berata menyebutkan, atas kejadian ini Suardana mengikhlaskan kerugian akibat kebakaran tersebut dan tidak melaporkannya ke Polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sebagai catatan, korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan dituangkan ke dalam surat pernyataan,” sebutnya. (c/kb)

















