Ata, Murid SMPN 1 Tabanan Jadi Juara 1 Nasional KILA 2025 dari Kemenbud

TABANAN, Kilasbali.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kali ini, prestasi itu disumbangkan I Nyoman Bratasena Danapati Wismawan (12), murid kelas VII.
Bratasena yang kerap disapa Ata tersebut berhasil menjadi Juara 1 Menyanyi Kategori 5-13 Tahun di Program Kita Cinta Lagu Anak (KILA) 2025.
Ia menerima piala, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 12 juta dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Rabu (19/8) lalu.
“Lombanya pada Senin (18/8). Pengumumannya pada Selasa (19/8),” ungkap Ata saat dijumpai pada Sabtu (24/8).
Ia juga cerita mengenai perjalanan lomba yang diikutinya tersebut sejak Juni 2025 lalu. Menurutnya, informasi lomba ini diperoleh dari guru vokalnya, I Komang Wahyu Prasetya.
“Teman-teman di tempat les vokal ada juga yang ikut. Terus, dari sekolah ada juga satu yang ikut,” sebutnya.
Di awal, sambungnya, dirinya harus melalui tahap audisi yang dilakukan secara daring (dalam jaringan).
Di fase audisi tersebut ada 770 peserta dari seluruh Indonesia yang mengikutinya. Fase ini memilih 50 besar.
“Saya lolos (50 besar). Termasuk teman saya yang dari satu sekolah,” imbuh alumni SD Immaculata Tabanan ini.
Di fase 50 besar, lomba akan langsung memilih juara 1, 2, dan 3. Peserta yang lolos fase ini bisa tampil langsung di Jakarta, tepatnya di Taman Ismail Marzuki, atau melalui daring.
“Saya ke Jakarta ditemani ayah dan guru les saya. Teman saya yang dari satu sekolah juga tampil di Jakarta,” sebutnya.
Ia mengaku memilih untuk tampil langsung di Jakarta untuk mencari pengalaman tampil di depan audience. Tentu dalam hal ini, juri lomba KILA 2025.
Baik di fase audisi maupun penentuan juara, Ata membawakan lagu berjudul Indonesia Kaya ciptaan Ria Phaing Kanisa.
Ata mengaku terlalu banyak melakukan persiapan untuk mengikuti lomba tingkat nasional ini. Sebab, kebetulan ia rutin mengikuti les vokal tiap dua kali dalam seminggu.
Persiapan yang ia lakukan lebih banyak mengulang-ulang lagu yang menjadi materi lomba tersebut. “Kalau tidak salah sekitar sebulan. Audisinya juga pas Juni 2025 lalu,” imbuhnya.
Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan dr. I Nyoman Wisma Berata (65) dan Sang Ayu Putu Ratih Adnya Windari (62) ini juga sudah rutin mengikuti berbagai event lomba menyanyi.
Kecintaannya pada dunia tarik suara juga sudah dimulai sejak duduk di bangku kelas satu SD. Apalagi, ayahnya juga suka dengan musik.
“Bapak juga suka dengar dan nyanyi. Bapak suka lagu-lagu slow rock. Kalau saya, kadang suka pop, kadang suka slow rock,” imbuhnya.
Hobinya itu juga mendapatkan dukungan dari bapaknya yang pernah bertugas sebagai dokter umum di RS Singasana.
Sebab, di rumahnya ada fasilitas karaoke yang membantu dirinya untuk melatih dan mengasah vokal.
Tidak hanya itu, dukungan dari sang ayah juga dibuktikan saat Ata tampil di Jakarta pada 18 Agustus lalu.
Ata sendiri mengaku ingin bercita-cita menjadi dokter, sama seperti ayahnya yang saat ini sudah pensiun dan tetap buka praktik swasta.
Namun, ia mendambakan profesi itu bisa dijalaninya sembari tetap menekuni dunia tarik suara yang sudah ditekuninya sejak masih kelas satu SD. “Seperti dr. Tompi,” pungkasnya. (c/kb)

















