Menpan-RB Tinjau Aktivitas Belajar Mengajar SRMP 17 Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, meninjau aktivitas belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan di Sentra Mahatmiya Bali pada Senin (4/8).
Kunjungannya ke Sentra Mahatmiya Bali itu untuk melihat langsung proses belajar mengajar sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sekolah rakyat yang sudah berjalan. Utamanya yang berkaitan dengan reformasi birokrasi dan pemenuhan tenaga pendidik dan penunjang.
Ini karena sekolah rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, selain beberapa program lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dan rumah bersubsidi.
Menurut Rini, SRMP 17 Tabanan di Sentra Mahatmiya sudah berjalan sedemikian rupa. “Kami sudah lihat, sekolah rakyat ini semua peserta didiknya adalah anak-anak dengan kurang mampu atau miskin ekstrem,” kata Rini.
Selain memperoleh pendidikan gratis, peserta didik SRMP 17 Tabanan ini juga mendapatkan pemenuhan gizi gratis melalui MBG dan pemeriksaan kesehatan melalui PKG.
Rencananya, dalam wakru dekat mereka juga akan diberikan fasilitas laptop untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. “Penunjang lainnya seperti laptop disiapkan secara bertahap,” sebutnya.
Secara nasional, ada seratus sekolah rakyat yang telah dibentuk. Jumlah ini masih akan bertambah dalam waktu dekat ini. Rencananya, tambahannya sebanyak 59 sekolah rakyat.
Untuk keberlangsungannya, pihaknya juga akan berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan penunjang di sekolah rakyat. “Saya berharap SRMP 17 Tabanan ini menjadi contoh sekolah rakyat lainnya di Bali,” imbuhnya.
Mengenai tenaga pendidik, Rini menyebutkan pihaknya akan berupaya untuk memenuhinya sesuai kebutuhan Kementerian Sosial RI. Formasinya akan disesuaikan dengan jumlah siswa dan ketersediaan ruang belajar.
“Kami menunggu data valid dari Kemensos untuk proses lebih lanjut,” kata Rini.
Sementara itu, Kepala Sentra Mahatmiya Bali, Sri Wibowo, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi kekurangan tenaga pendidik di SRMP 17 Tabanan. Sebelumnya, ada tiga orang tenaga pendidik yang mengundurkan diri dengan alasan lokasi dan jadwal.
Tiga tenaga pendidik yang mengundurkan diri itu antara lain guru BK atau bimbingan konseling, guru pendidikan agama Hindu dan Kristen. Sehingga, jumlah guru aktif di SRMP 17 Tabanan saat ini sebanyak sebelas orang.
“Kami sudah mengajukan proses penambahan ke Kemensos,” kata Sri Wibowo yang turut mendampingi kunjungan Menpan-RB, Rini Widyantini, tersebut.
Menurutnya, keperluan tenaga di SRMP 17 Tabanan masih banyak bila disandingkan dengan jumlah peserta didik yang jumlahnya 75 anak dan terbagi ke dalam tiga rombel atau rombongan belajar.
Idealnya, untuk tenaga pendidik saja sebanyak 14 orang. Kemudian dua orang wali asrama, delapan wali asuh, enam petugas keamanan, empat juru masak, dan empat petugas kebersihan. (c/kb)

















