Perumda Dharma Santhika Kerja Sama Dagang dengan Kabupaten Halmahera Timur

TABANAN, Kilasbali.com – Perusahaan Daerah Umum (Perumda) Dharma Santika kembali memperluas jaringan pasarnya melalui mekanisme kerja sama G to G (government to government).
Kali ini, kerja sama itu dilakukan dengan Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, melalui Perusahaan Daerah Perdana Cipta Mandiri.
Kerja sama itu disepakati setelah kuasa pemilik modal (KPM) yakni Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dan Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, melakukan penandatanganan kesepakatan pada Rabu (16/7).
Dalam kesepakatan yang nantinya ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama itu, Kabupaten Tabanan melalui Perumda Dharma Santhika akan menyuplai beberapa kebutuhan pangan seperti beras, telur, daging ayam, dan lainnya ke Halmahera Timur.
Direktur PDDS Tabanan Kompyang Gede Pasek Wedha mengatakan potensi kebutuhan pangan yang bisa disuplai Tabanan ke Halmahera Timur adalah beras.
Ini karena geografis Halmahera Timur lebih banyak digarap sebagai tambang nikel yang masuk program hilirisasi tambang.
Di sisi lain, luas lahan basah untuk pertanian di Halmahera Timur relatif sempit. Sedangkan, jumlah penduduknya sekitar seratus ribu jiwa.
“Kalau kebutuhan satu jiwa minimal nol koma empat gram beras maka sekitar 40 ton potensi beras Tabanan yang akan dikirim ke daerah Halmahera Timur,” jelas Kompyang usai penandatanganan kesepakatan.
Nantinya, beras yang disuplai melalui Perumda Dharma Santhika itu akan disalurkan ke penduduk setempat serta para pegawai yang bekerja di wilayah pertambangan.
“Kemarin dari PD Perdana Cipta Mandiri sudah survei lapangan untuk lihat tiga komoditas unggulan. Salah satunya beras,” imbuhnya.
Ia berharap, kerja sama dagang ini nantinya akan berkembang pada komoditas pangan lainnya seperti telur, daging ayam, atau kebutuhan pangan lainnya.
Kompyang juga memastikan, pengiriman beras ke Halmahera Timur itu tidak akan mempengaruhi pasokan beras untuk kebutuhan lokal maupun mitra kerja yang sudah ada selama ini seperti hotel atau supermarket.
Menurutnya, sampai saat ini Tabanan dalam posisi surplus beras. Dengan luas lahan tanam 19 ribu hektar, produksi beras rata-rata tujuh sampai delapan ton per hektar dalam sekali panen. Dengan perhitungan tersebut, ada sekitar 99.780 ton dalam setiap satu kali panen.
Sementara, suplai beras ke hotel-hotel berada pada kisaran 50-70 ton dan kebutuhan efektif beras r untuk masyarakat dalam sehari sekitar 126 ton.
“Jadi ketika dilakukan pengiriman beras ke Halmahera Timur. Kebutuhan pangan utamanya beras dalam kondisi aman,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sanjaya mengaku kerja sama Perumda Dharma Santhika dengan PD Perdana Cipta Mandiri Halmahera Timur merupakan langkah nyata dalam membangun kolaborasi lintas daerah untuk mendukung distribusi pangan secara nasional.
“Penandatanganan MoU ini menjadi pintu masuk bagi hubungan yang lebih erat antara dua daerah dari belahan timur dan tengah Indonesia,” ujar Sanjaya.
Sementara itu, Bupati Ubaid Yakub menjelaskan, pilihan bekerja sama dengan Tabanan dikarenakan kondisi geografis Halmahera Timur yang sebagian besar digarap untuk pertambangan.
“Kami memang butuh dukungan logistik pangan dari luar,” ujarnya.
Saat ini, Halmahera Timur menjadi salah satu wilayah yang terkonsentrasi pada program hilirisasi nikel terbesar di Asia Tenggara.
Aktivitas tersebut tentunya memerlukan dukungan logistik pangan yang besar. Di sisi lain, areal persawahan di Halmahera Timur hanya tersedia sekitar lima ribu hektar.
“Karena itu, kerja sama ini sangat penting bagi kami dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tukasnya. (c/kb)

















