
GIANYAR, Kilasbali.com – Hujan lebat dalam sepekan ini, hampir setiap hari menimbulkan bencana. Senin (15/11/2021), hujan lebat dilaporkan menimbulkan longsor, pohon tumbang dan banjir di sejumlah titik.
Terparah terjadi di Banjar Panglan, Desa Pejeng. Yakni badan jalan penghubung antar desa terputus karena tergerus longsor. Sementara di Payangan rumah dan pura dilaporkan tertimpa pohon, sedangkan di Ubud kebagian banjir luapan.
Dari informasi yang diterima, jalan longsor itu sudah dipredeksi bakal terjadi. Karena sudah mengalami keretakan dalam sepekan terakhir. Hingga puncaknya, Senin sekitar pukul 10.30 WITA ada suara gemuruh dan jalan itupun amblas.
Jalan tergerus sepanjang sekitar 8 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Jalan yang amblas, merupakan jembatan yang di bawahnya terdapat gorong-gorong.
“Syukurnya saat jalan ini amblas kebetulan tidak ada yang lewat. Beberapa detik sebelumnya, ada truk sampah yang melintas,” ujar warga Panglan I Ketut Sumantri.
Diduga tanah sebagai pondasi kondisinya labil sejak diguyur hujan beberapa hari terakhir. Di samping itu, senderan pondasi sepengetahuan warga hanya menggunakan batu tanpa besi.
Sangat disayangkan, jalan ini putus padahal belum sebulan rampung dihotmik. Lantaran 2/3 badan jalan tergerus, premotor pun dilarang melintas.
Karena hujan lebat terus menyambung, warga pun berisisiatif untuk menutupi jalan yang tersisa dengan terpal karean dikhatitkan terjadi longosr susulan. “Untuk sementara Jalan diputus, untuk menghindari hal-hal yang tidak diiinginkan,” terang Sumantri.

Sementara itu, di bagian ujung Utara Gianyar, hingga Senin Sore, laporan bencana terus menyambung. Selain tanah longsor, laporan pohon tumbang juga menjadi perhatian petugas karena ada yang menimpa rumah dan bangunan suci.
“Ada sedikitnya lima titik yang kita prioritaskan di Kecamatan Payangan, dua diantaranya pohon tumbang yang menimpa rumah dan pura. Kami harap warga setempat juga mewaspai potensi bencana untuk meminimalisir potensi korban,” harap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta.
Sementara itu, Ubud tetap kebagian Banjir luapan. Kali ini justru terjadi di lokasi yang tidak diprediksi. Yakni di Jalan Raya Penestanan, Desa Sayan. Di mana air luapan terjadi karena ada bangkai pohon menyumbat aliaran air.
Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan raya Andong, Desa Peliatan. Di lokasi ini sudah menjadi langganan banjir luapan lantaran sempitnya saluran air. “Setelah hujan mereda, banjir luapan pun mulai menyurut. Pohon penyumbat sedang kami evakuasi,” pungkasnya. (ina/kb)

















