Pasien Covid Numpuk, RSU Sanjiwani ‘Sulap’ VIP Jadi Ruang Isolasi

GIANYAR, Kilasbali.com – Menghindari tumpukan pasien Covid-19 yang menunggu antrean ruang di IGD, Direksi RSU Sanjiwani terpaksa mengalihfungsikan (sulap) satu ruang VIP lagi jadi ruang isolasi.
Kali ini, Ruang Ayodya yang sebelumnya diperuntukan pasien umum dijadikan ruang Isolasi. Namun setelah dibuka, mulai Rabu ( 28/7/2021) ruangan yang berkapasitas 22 bed pun langsung penuh. Ironisnya lagi, lantaran banyak nakes yang terpapar, nakes yang tersisa pun disilang tugas.
Dari awal wabah pandemi ini, di bulan Juni 2020 RSU Sanjiwani hanya menyiapkan 15 bed dengan mengalihfungsikan Ruang Abimayu menjadi ruang Kamboja, yakni ruang terisolasi khusus untuk perawatan pasien covid.
Namun seiring peningkatan jumlah pasien covid, diakhir 2020 Ruang Arjuna yang sebelumnya untuk pasien umum pun dialihfungsikan sebagai ruang isolasi dengan penambahan sekitar 20 bed.
Memasuki tahun 2021, RSU Sanjiwani yang merupakan rumah sakit rujukan Bali timur, terus menerima penambahan pasien. Hingga akhirnya ruang Yudistira terpaksa dikorbankan untuk ruang isolasi.
Hanya saja di bulan Mei hingga awal Juni lalu, saat jumlah pasien covid menurun, Yudistira kembali difungsikan untuk pasien umum.
Namun, dalam beberapa minggu ini kembali dijadikan ruang isolasi. Bahkan dalam sepekan terakhir, banyak pasien covid yang terpaksa di rawat di bilik isolasi IGD, sembari menunggu antrean kamar.
Tidak hanya itu, tenaga kesehatan (nakes) juga mulai kewalahan. Terlebih lagi, banyak nakes yang terpapar sehingga tenaga yang ada pun disilang tugas. Sperti di IGD yang banyak ada antrean pasien covid terpaksa di-backup oleh nakes dari ruang lainnya.
Dirut RSUD Sanjiwani, Dokter Ida Komang Upeksa pun membenarkan saat ini jumlah pasien meningkat. Diakui pula, sempat terjadi antrean pasien covid di IGD. Dimana pasien tersebut belum mendaatkan ruangan sehingga ditangani di UGD.
“Ketika ruangan isolasi penuh, kita rawat di IGD. Begitu yang di kamar isolasi pulang atau pindah, kita masukan yang di UGD ke sana,” ujarnya.
Lanjutnya, penanganan pasien covid di semua rumah sakit rujukan, memang hasilnya meningkat. Tapi di Gianyar bisa dipastikan masih tertangani. Aplagi kini pihaknya telah menambah 22 bed untuk pasien covid-19.
“Total bed saat ini sebanyak 86 bed. Hari ini kita menambah ruang isolasi dengan kapasitas 22 bed. Sehingga pasien yang di IGD bisa kita rawat di ruang isolasi,” pungkasnya. (ina/kb)

















