PTM Diundur, Tabanan Tak Mau Gegabah

TABANAN, Kilasbali.com – Berhubung di Tabanan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021, program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Bumi Lumbung Beras Bali ini terpaksa diundur.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan, PTM diundur karena tidak ingin menggambil resiko. Menurutnya, situasi seperti ini harus selalu waspada dan tidak mau gegabah untuk melalukan PTM.
“Saya tidak mau di Tabanan dilakukan pembelajaran tatap muka sendiri-sendiri seperti di daerah lain,” tegasnya, Senin (5/7/2021)
Dikatakan, dalam situasi seperti ini, hal yang paling penting yaitu percepatan vaksinasi baik dari masyarakat maupun siswa yang berumur 12 – 17 tahun. Baik itu siswa SMP maupun SMA.
“Kalau semua siswa SMP dan SMA sudah divaksin, jadi pada saat PTM mereka sudah mempunyai kekebalan tubuh. Dari pada nanti pada saat PTM, begitu siswa di cek di banjar ternyata belum di vaksin, sedangkan kalau di sekolah sudah jelas ada datanya,” jelasnya.
“Saya sangat setuju dari bapak Gubernur Bali, Wayan Koster siswa yang berumur 12 sampai dengan 17 tahun dilakukan vaksin di sekolah,” tandasnya. (gsd/kb)

















