
DENPASAR, Kilasbali.com – Ada banyak cara untuk berbagai di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya berbagi sembako ataupun menyumbang ke yayasan, namun berbagi dengan pedagang di pasar tradisional juga menjadi salah satu alternatif di tengah anjloknya perekonomian akibat mewabahnya virus corona ini.
Lalu bagaimana caranya? Berikut penuturan I Komang Kusumaedi (IKK) tentang cara dia melakukan aksi sosial untuk berbagi dengan para pedagang di pasar tradisonal.
IKK yang juga Koordinator Peduli Yatim Piatu (PYP) Group menuturkan bahwa setiap hari Sabtu dia bersama keluarganya menjadwalkan pergi ke pasar tradisional yang ada di dekat rumahnya. Seperti hari ini, Sabtu 29 Mei 2021 adalah hari kunjungan dan berbelanja ke pasar tradisional.
“Misinya adalah bersyukur, membantu, beramal dan empati bergotong royong serempak sebagai gerakan membantu masyarakat, khususnya kepada para pedagang, penjual, petani, pengepul dan lainnya yang beraktivitas di pasar yang lebih banyak masyarakat bawah,” tuturnya.
Dikatakan, caranya membantu adalah pertama datang ke pasar tradisional yang ada di sekitar tempat tinggal atau di pasar tradisional lainnya, setiap hari Sabtu.
Kemudian kedua, berbelanjalah sesuai kemampuan, kebutuhan dan keperluan atau berbelanja sekalipun barang yang ada tak semua diperlukan, tapi belanjakanlah uang apa adanya dengan motif membantu.
Yang ketiga, lanjut dia, jangan menawar harga. Bayar saja berapapun harga barang di pasar tradisional misal untuk barang hasil pertanian, kebun, kolam, nelayan dan lainnya.
“Karena motif kita beramal dengan cara berbelanja tanpa menawar khusus di Hari Sabtu. Yang tak biasa mungkin sulit, aneh, protes dan lain-lain. Tapi itulah cara paling sederhana membantu petani, nelayan, pedagang dan masy kecil. Bukan sekadar wacana tapi harus bertindak. Itulah tindakan kita, belanja tanpa menawar di pasar tradisional tiap sabtu. Kalau hari lain silahkan tawar menawar bebas,” bebernya.
IKK yang kini menjabat Kabid Trantib Satpol PP Provinsi Bali menyebut kegiatannya itu, “The Day Visit Traditional Market : Just Buying no Bargaining”.
“Ini program IKK sekeluarga, sejak 2018 lalu. Semoga bisa diikuti oleh bapak/ibu, kawan-kawan dan sahabat serta keluarga-keluarga yang lain. Tidak juga tak apa karena IKK yakin semua sudah punya cara masing-masing untuk bersyukur, beramal, membantu orang lain dan itu pasti jadi berkah,” tandasnya. (jus/kb)

















