Rawat Satwa Penghuni, Pandemi Staf Monkey Forest Tetap Kerja

GIANYAR, Kilasbali.com – Ketika semua tempat di sektor pariwista lumpuh dan tutup akibat Pandemi Covid-19, rupanya tidak semua staf atau karyawan yang kehilangan mata pencahariannya.
Wisata Mandala Wenara Wana atau yang sering dikenal sebagai Monkey Forest salah satunya yang masih mempekerjakan karyawannya.
Kendatipun obyek wisata favorit di Ubud ini tutup, namun pihak pengelola yakni Desa Adat Padang Tegal Ubud tidak merumahkan satupun karyawan. Keputusan ini untuk memastikan penghuni hutan tetap terawat dengan baik.
Bendesa Adat Padang Tegal Ubud, Made Gandra mengatakan, bahwa di obyek wisata Monkey Forest Ubud terdapat 150 pekerja.
Dari awal ditutup, sebutnya, pihaknya tidak ada merumahkan karyawan. Untuk menghemat pengeluaran, pihaknya melakukan rolling atau pengalihan tugas terhadap karyawan.
“Salah stau contohnya petugas parkir kita alihkan untuk membantu perawatan kebun,” ujarnya.
Salah satu faktor utama, yang menjadi alasan pihaknya tidak merumahkan karyawan karena terdapat hewan, yakni monyet yang harus dipelihara.
Disebutkan, pada awalnya saat penutupan bulan Maret lalu pihaknya hanya menerapkan 15 hari kerja. Namun agar lebih efisien, mulai bulan April diberlakukan 7 hari kerja.
“Kita disini ada ratusan kera yang harus tetap terjaga dan dirawat,” terangnya.
Walaupun penghasilan tidak full atau sepenuhnya selayaknya masih buka, pihaknya berusaha untuk masih bisa memberikan penghasilan kepada karyawan.
“Kalau kita rumahkan juga mereka, maka mereka tidak memiliki penghasilan sama sekali. Kita ajak mereka, walaupun penghasilannya tidak penuh seperti yang dulu tapi setidaknya mereka memiliki penghasilan,” pungkasnya. (ina/kb)

















