
TABANAN, Kilasbali.com – Korban terseret ombak di Pantai Pangkung Tibah, Desa Pangkung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kadek Rea Andika (13) ditemukan dalam kondisi meninggal, Senin (10/12/2018). Tim SAR, BPBD, dan Sat Pol Air Polres Tabanan yang melakukan pencarian menemukan koban mengambang sekitar pukul 06.30 Wita. Pelajar SMPN 2 Kediri asal Banjar Badung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan ini ditemukan 25 meter dari lokasi berenang. Kejadian terseret ombak ini merupakan yang keempat kalinya di dekat Pura Pangkung Tibah.
Dimana jenazah Kadek Rea Andika pasca ditemukan langsung dibawa ke rumah duka, di Banjar Badung, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dimana keluarga korban menolak untuk dibawa ke Rumah Sakit dan meminta untuk langsung dibawa ke rumah duka.
Saat disambangi ke rumah duka, tampak warga dan kerabat korban sedang sibuk menyiapkan upacara untuk penguburan jenazah korban yang akan dikubur sore hari. Dimana terlihat kesedihan yang sangat mendalam bagi keluarga korban terutama ibu kandung korban. Menurut ibu korban Ni Wayan Sumitri (35), tidak ada firasat apapun terkait akan kejadian tersebut. Menurutnya sebelum kejadian pada siang hari, minggu (9/10) sebelum berangkat kerja sempat bercanda kepada korban saat berpamitan berangkat. Dan pihaknya berpesan kepada korban agar tidak kemana-mana serta menjaga adik-adiknya di rumah. Namun ternyata sore Harinya korban pergi mandi ke pantai dan terjadi kejadian naas tersebut. ” Saya kemarin sangat terkejut pada saat kerja ditelpon kalau anak saya kadek tenggelam diseret ombak, saya gak menyangka akan ada kejadian ini,” ungkapnya, sambil menangis menahan kesedihan kehilangan anaknya.
Ditambahkan Ibu Korban, Kadek Rea Andika, merupakan anak yang baik dan penurut di keluarga. Dimana setiap kali disuruh, anaknya itu tidak pernah membantah dan selalu menurut. Selain itu Rea Andika juga merupakan anak yang berprestasi di sekolahnya. Dirinya tidak menyangka akan kejadian tersebut dan kehilangan anaknya. ” Anak saya ini sangat baik, rajin, dan suka menolong, dia yang sering mebanten di rumah dan ngempu adik-adiknya,” tambahnya.
Dimana sebelumnya diberitakan, dua remaja, I Putu Agus Mahendra (13), dan I Kadek Rea Andika (13) terseret ombak saat mandi di Pantai Pangkung Tibah, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (9/12/2018) sekitar pukul 15.00 Wita. Putu Agus Mahendra berhasil diselamatkan.
Dimana sebelum kejadian naas itu bermula ketika enam orang remaja asal Banjar Badung dan Banjar Pamesan, Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan yakni I Putu Agus Mahendra (13), I Putu Anggadita (16), Gunawan Febrian (14), Komang Rio Prianta (14), Komang Mertadana (14), dan I Kadek Arya Wiguna (14). Mereka merupakan siswa SMPN 2 Kediri.
Sebelum mereka berenam mandi, datang lah korban I Kadek Rea Andika (13), yang tidak lain merupakan adik kandung dari saksi I Putu Anggadita yang juga ikut dalam rombongan. Waktu itu korban sempat ditanya oleh saksi Gunawan yang menanyakan kenapa datang dari arah sawah dan berjalan kaki. “Korban Rea bilang kalau dia parkir sepeda motornya agak jauh dari pantai karena tidak bawa uang untuk bayar parkir,” ujar saksi I Kadek Arya Wiguna.
Setelah itu korban langsung membuka baju dan berlari ke arah pantai untuk mandi disusul oleh teman-temannya yang lain. Kecuali Wiguna yang mandi paling akhir. Namun saat ia hendak masuk ke dalam air, ia tidak melihat korban dan Agus Mahendra sehingga bertanya kepada Anggadita. “Waktu itu dijawab kalau mereka berdua sudah didalam, tapi saya lihat mereka seperti tenggelam, karena adik sepupu saya Agus Mahendra tidak bisa berenang saya langsung lari ke Pantai Kedungu minta tolong sama orang surfing,” tuturnya.
Hingga akhirnya korban Agus Mahendra berhasil diselamatkan oleh surfer, sedangkan korban Rea menghilang digulung ombak. Peristiwa itu pun selanjutnya dilaporkan kepada pihak berwajib sehingga tim SAR langsung meluncur ke lokasi. Setibanya di lokasi SAR Denpasar yang diback up BPBD Tabanan serta Polair Polres Tabanan hari itu hanya bisa melakukan penyisiran pantai karena hari sudah mulai gelap. “Kita lakukan penyisiran pantai bersama seluruh instansi yang terlibat karena hari mulai gelap, tetapi pencarian dengan rubber boat akan kita lakukan besok pagi,” ujar Kasi Operasi SAR Denpasar, Ida Bagus Surya Wirat. (*KB).

















