
GIANYAR, Kilasbali.com – Aksi penyelamatan Mohammad Nafiil Mu azril (19) menarik perhatian banyak warga di Jalan Andong, Petulu, Ubud, Selasa (20/10).
Remaja asal Lumajang, Jatim ini, didapati di dasar jurang Tukad Jasan dengan ketinggian 25 meter di belakang tempatnya bekerja.
Korban diketahui keluar kamar sekiitar Pukul 04.30 Wita dinihari dna naru diketahui terpwrosokmke jurang sekitar Pukul 07.00 Wita.
Dari keterangan teman sekamar korban, Mohammad feri (21), Sandi Maulana (19), malam sebelumnya tidak ada keanehan yang terjadi. Mereka tidur bersama-sama sekitar pukul 22.00 wita di kamar karyawan di lantai dua. Namun, saat dinihari korban beranjak dari tidurnya dalam kondisi masih sempoyongan keluar karena mau buang air kecil.
“Ada sekitar Pukul 04.00 Wita dia keluar kamar bilang kebelet pipis. Dengan sempoyongan dia turun ke bawah. Kita lanjut tidur,” ungkap Sandi yang diiyakan Moh Feri.
Namun hingga mereka bangun, tidak mendapati korban di dalam kamar. Saat ngopi pagi di teras, karyawan lainnya sempat ketakutan mendengar suara minta tolong dari dasar jurang. Setelah dipastikan suara minta tolong itu dari korban, para karyawan pun panik.
Bahkan salah satu rekannya, nekat turun dengan bantuan tali seling untuk mengetahui keadaan korban. Lanjut itu para karyawan lainnya menghubungi pemilik perusahaan lanjut dilaporkan ke aparatur desa, kepolisian, BPBD Gianyar.
Dalam hitungan 20 menit petugas perdatangan ke lokasi lanjut melakukan evakuasi. Tanpa hambatan yang berarti dalam hitungan 15 menit korban berhasil dievakuasi. Dari kondisi tubuhnya, korban hanya menderita luka lecet dan mengaku sakit di bagian lengan. Namun karena kondisi psikisnya masih shock, korban lanjut dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu dalam waktu bersamaan, rekan korban lainnya, I Gusti Ayu S (19) mengalami kesurupan. Dari pengakuan karyawan setempat Gusti Ayu sebelum kejadian juga sudah pernah kesurupan dan seperti memberi peringatan.
Daerah pinggir jurang disebutkan sudah kotor, semua orang buang air sembarangan, sampah, serta jemuran. Padahal di pinggir jurang ada palinggih, namun tak pernah dihaturkan sesajen.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba yang memimpin proses evakuasi menyebutkan, proses evakuasi berjalan lancar.
Korban tidak menderita luka serius meski jurang sangat tinggi, diperkirakan karena banyak semak dan pepohonan. Sebelum sampai di dasar jurang korban sempat nyangkut di pepohonan sehingga tidak mengalami benturan keras di dasar jurang.
“Mengingat kondisi di areal itu sangat rawan dan padat aktivitas karyawan, kami sudah minta pihak pengelola untuk membuat pagar pengaman dan juga jaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (Ina/kb)

















