Gazebo Berbentuk Jukung Lengkapi Rest Area Selabih

TABANAN, Kilasbali.com – Sejumlah bangunan gazebo berbentuk jukung khas perahu tradisional Bali sedang dibangun untuk menghiasi kawasan proyek penataan rest area Selabih di Kecamatan Selemadeg Barat.
Pembangunan gazebo tematik di pinggir Pantai Selabih ini dirancang khusus untuk mempertegas identitas pesisir selain berfungsi sebagai tempat transit bagi para pengguna jalan lintas barat Bali.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi daya tarik visual dengan fungsi sebagai ruang santai yang nyaman bagi para pelancong yang singgah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, menyebutkan ada empat yang sedang dibangun di kawasan itu.
Penempatan jukung buatan ini disesuaikan dengan posisi rest area yang berada sangat dekat dengan garis pantai.
“Gazebo dibangun untuk tempat duduk bagi yang berkunjung ke rest area. Itu ide langsung dari Bapak Bupati,” kata Partana pada Kamis (27/8).
Partana menambahkan, pemilihan arsitektur perahu tradisional Bali ini bertujuan untuk menyimbolkan karakteristik kelautan daerah setempat kepada public.
Keberadaannya diharapkan dapat memberikan nilai tambah estetika di kawasan wisata pesisir tersebut.
“Karena rest area ini berada di kawasan pesisir, kita buat gazebo berbentuk jukung. Ini sekaligus menjadi ikon bahwa Tabanan juga memiliki potensi di bidang kelautan,” jelasnya.
Selain merakit gazebo unik tersebut, pengerjaan proyek ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.
Area peristirahatan ini nantinya akan dilengkapi dengan gedung wantilan, penataan taman hijau, fasilitas toilet, kolam hias, serta jalur pedestrian.
“Selain gazebo, taman juga dibangun. Toilet, kolam ikan, akses jalan hingga area duduk-duduk masih tahap pengerjaan,” imbuhnya.
Saat ini, pengerjaan konstruksi secara keseluruhan dilaporkan telah menyentuh kisaran 50 persen dari target fisik.
Seluruh rangkaian penataan kawasan pariwisata transit ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menggelontorkan dana APBD sebesar Rp 14,662 miliar untuk merealisasikan kawasan di pinggir jalur Trans Jawa-Bali itu.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Ari Mustika di bawah pengawasan CV Skala Dimensi Konsultan dengan masa kerja selama 180 hari. (c/kb)

















