PUPR Tabanan Kucurkan Rp 2 Miliar untuk Perkuat Irigasi

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelontorkan dana sebesar Rp 2 miliar pada tahun anggaran induk 2026.
Anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dikucurkan khusus demi memperkuat jaringan irigasi serta mengoptimalkan tata kelola air pertanian di Tabanan.
Program perbaikan ini penting dilakukan mengingat kelancaran aliran air ke sawah-sawah warga sangat menentukan stabilitas pangan daerah.
Melalui anggaran itu, pemerintah daerah membagi pengerjaan ke dalam tujuh paket proyek fisik yang mencakup perbaikan bendungan, pembuatan tanggul, hingga pembenahan jalur distribusi air ke lahan subak.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, menyatakan bahwa penguatan fasilitas pengairan tradisional ini dirancang untuk menyokong kerja keras para petani di lapangan.
Ia menyebut proyek fisik ini berorientasi pada pemulihan jalur-jalur irigasi yang vital bagi kelangsungan pertanian sawah basah.
“Nilai total mencapai Rp 2 miliar. Fokus utama kami adalah memastikan aliran air ke lahan-lahan pertanian subak berjalan optimal serta membenahi infrastruktur penunjang seperti jalan usaha tani dan senderan,” kata Partana pada Rabu (19/8).
Merujuk data resmi Dinas PUPR Tabanan, porsi pembiayaan terbesar ditujukan untuk menyokong dua proyek fisik utama di dua kecamatan berbeda.
Kedua proyek tersebut meliputi pembenahan jalur air sekaligus pembetonan akses jalan tani di kawasan Tempek Perean, Subak Bunyuh, Desa Perean, serta pembuatan saluran irigasi baru di areal sekitar RSU Singasana di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri.
Selain membiayai proyek berskala besar tersebut, dana APBD ini juga disalurkan untuk merehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Bengkel di Kecamatan Kediri serta jaringan irigasi DI Pesagi di Kecamatan Penebel.
Infrastruktur vital lain yang ikut disentuh adalah pemulihan saluran irigasi beserta perbaikan jalan inspeksi pada Bendung Gubug I yang berlokasi di Desa Gubug senilai Rp 300 juta.
Upaya proteksi lahan basah ini juga diperluas melalui pemberian bantuan hibah barang langsung kepada kelompok petani adat di beberapa titik rawan.
Bantuan ini diwujudkan lewat pembuatan struktur penahan tanah di Subak Guama, Desa Peken Belayu, serta pemasangan talang air irigasi baru beserta Dinding Penahan Tanah (DPT) bagi Subak Saih di Desa Kukuh, Kecamatan Marga.
Pihak PUPR berkomitmen untuk mengawal jalannya seluruh pengerjaan fisik di lapangan agar selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja.
Pengawasan ketat ini dilakukan untuk menjamin pasokan air para petani tidak terganggu lama selama masa konstruksi berlangsung.
“Kami berharap dengan terealisasikannya ketujuh paket pekerjaan fisik tersebut, kendala pendistribusian air irigasi yang kerap dihadapi petani dapat teratasi secara menyeluruh,” pungkasnya. (c/kb)

















