
TABANAN, Kilasbali.com – Aksi pencurian terjadi pada Toko Agastya di Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan.
Pelakunya yang sejauh ini belum terungkap nekat melubangi tembok toko dan membawa kabur stok sembako hingga menyebabkan korban mengalami kerugian mencapai Rp 10,3 juta.
Pencurian tersebut diketahui pertama kali oleh pemilik toko, I Ketut Sumberjaya, pada Senin (27/4) pagi.
Korban mendapati kondisi interior toko sudah berantakan dengan posisi barang dagangan yang berubah drastis dari tempat penyimpanan semula.
“Baru diketahui pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 07.15 Wita,” kata Kapolsek Marga, AKP I Nyoman Sudarma, saat dikonfirmasi pada Kamis (30/4).
Sesuai laporan, usai memeriksa seluruh sudut ruangan, Sumberjaya menemukan sebuah lubang besar di salah satu sisi bangunan.
Pelaku diduga masuk dengan cara merusak dinding tersebut secara paksa untuk menghindari pintu utama yang terkunci rapat. “Tembok toko di sebelah barat berlobang,” jelasnya.
Sejumlah barang kebutuhan pokok dilaporkan raib dari rak penyimpanan, termasuk 35 kantong beras berbagai merk dan ukuran.
Selain itu, pelaku juga menggasak belasan liter minyak goreng serta 20 bungkus gula pasir.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Baru setelah korban berkoordinasi dengan Kawil Banjar Pinge dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki dugaan pencurian tersebut dan mengungkap pelaku yang identitasnya masih dalam tahap identifikasi.
Sudarma menjelaskan, tim penyidik telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) serta mencari potensi rekaman CCTV di seputaran area kejadian untuk mencari petunjuk tambahan. “Masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Sudarma. (c/kb)

















