
TABANAN, Kilasbali.com – Hujan deras yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir memicu rentetan longsor pada dua titik berbeda di Kecamatan Kediri.
Bencana tersebut membuat senderan jalan penghubung antarbanjar hingga senderan sekaligus pagar rumah warga ambruk.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (11/2) malam sekitar pukul 22.00 Wita di jalan penghubung Banjar Jadi Desa dan Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.
Senderan pada jalur alternatif menuju objek wisata Alas Kedaton itu diduga longsor akibat tergerus aliran air di bagian bawah.
“Kejadiannya pada Rabu (11/2) sekitar jam sepuluh malam,” ujar Perbekel Banjar Anyar, I Made Budiana, pada Jumat (13/2).
Menurutnya, di 2024 lalu bagian jalan tersebut sejatinya sudah mendapatkan perbaikan. Namun, hujan deras beberapa hari terakhir ini membuat senderan itu rusak lagi.
“Terakhir diperbaiki pada 2024. Karena di bawahnya ada aliran air yang terus mengikis sehingga terjadi (longsor) lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, I Gde Partana, menyebutkan perbaikan terhadap senderan yang longsor itu diupayakan sesegera mungkin.
Untuk sementara waktu, jalur itu hanya bisa dilalui pengguna motor. Dan, pihaknya sudah memasang rambu peringatan di kedua sisi jalan untuk mencegah kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
“(Panjang senderan yang longsor) kurang lebih 20 meter dan tingginya 3,5 meter. Kami belum sempat mengukur detilnya,” kata Partana.
Partana menyebutkan bahwa perbaikan permanen akan segera dilakukan dengan menggunakan dana Biaya Tidak Terduga (BTT) kabupaten.
Ini terungkap setelah pihaknya mendampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang meninjau langsung bagian jalan yang longsor itu pada pagi ini.
Ia menjelaskan, upaya perbaikan pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat struktur senderan dengan memasang batu. “Habis selesai (perbaikan) senderan baru kami melaksanakan pengaspalan,” pungkasnya.
Belum reda dampak hujan di Banjar Anyar, bencana serupa terjadi di Banjar Panti, Desa/Kecamatan Kediri pada Kamis (12/2) malam atau sehari kemudian.
Longsor saat itu terhadap pada senderan sekaligus pagar rumah milik I Ketut Warsika (69). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menyebutkan longsor pada rumah warga di Banjar Panti itu diduga akibat luapan air dari saluran di sekitarnya yang masuk ke halaman.
Akibat luapan air itu, bagian pagar dan senderan diduga tidak kuat menahan hingga akhirnya longsor. Adapun dimensi bangunan senderan dan pagar yang longsor itu panjangnya sekitar sepuluh meter.
“(Yang longsor) senderan rumah pribadi. (Halamannya) kemasukan air, sehingga senderan rumah sekaligus pagarnya longsor,” ungkap Srinada Giri secara terpisah.
Material tanah dan beton pagar sempat menutup sebagian badan jalan sehingga menutup akses jalan yang ada di depan rumah tersebut.
Usai kejadian, petugas BPBD Tabanan dibantu anggota TNI/Polri serta warga sekitar mengupayakan penanganan darurat agar akses jalan bisa dilalui kendaraan.
Upaya pembersihan material yang menutup jalan terus dilanjutkan pada pagi ini untuk memastikan akses mobilitas warga kembali normal.
“Semalam kami buka akses biar mobil bisa lewat. Hari ini lanjut melakukan pembersihan,” pungkas Giri.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam musibah di Banjar Panti tersebut, meskipun pemilik rumah tersebut mengalami kerugian materi akibat struktur senderan dan pagar rumahnya longsor. (c/kb)

















