
TABANAN, Kilasbali.com – Pengunduran diri Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana (Perumda SS), Kompyang Gede Pasek Wedha rupanya menjadi perhatian serius Komisi III DPRD Tabanan.
Selain pengunduran diri itu terkesan mendadak, komisi yang membidangi keuangan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan segera mengisi kekosongan posisi direktur utama (dirut) melalui pelaksana tugas (Plt).
Tidak hanya itu, Komisi III juga mendorong agar Pemkab Tabanan segera membentuk panitia seleksi atau pansel untuk menentukan direksi baru.
Terlebih, jika dilihat masa tugas direksi yang ada sekarang bisa dikatakan sudah kepalang tanggung. Sebab, masa tugas direksi sekarang akan berakhir pada April 2026 mendatang.
“Kami kaget juga mendengarnya (pengunduran diri Dirut Perumda Sanjayaning Singasana),” kata Ketua Komisi III DPRD Tabanan, Anak Agung Nyoman Dharmaputra, Senin (26/1).
Menurutnya, terlepas pengunduran diri itu merupakan hak pribadi, secara tugas Kompyang masih punya tanggung jawab sampai dengan masa tugasnya habis sesuai surat keputusan (SK).
“Selain itu, kewenangan mengenai diterima atau tidaknya pengunduran diri itu ada pada Bupati selaku KPM (Kuasa Pemilik Modal),” tegasnya.
Ia sendiri enggan berspekulasi terkait dengan sikap atau pertimbangan mengenai pengunduran diri tersebut.
Namun, dengan adanya pengunduran diri seperti itu, tidak ada alasan juga bagi Pemkab Tabanan untuk mempertahankan.
“Kami tidak tahu apa yang terjadi di sana sampai (dirut) mengambil sikap seperti itu. Kalau sudah seperti, tidak layak untuk dipertahankan,” sebutnya.
Sekarang, sambung Dharma Putra, yang perlu dipikirkan adalah kelangsungan operasional Perumda agar tidak ada kekosongan kepemimpinan di perumda.
Apalagi, sambungnya, peraturan daerah tentang re-branding Perumda Sanjayaning Singasana dari Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika (PDDS) baru saja disahkan jelang akhir 2025.
“Baru bulan kemarin perda disahkan. Sekarang ada seperti ini, berarti tidak ada kesiapan. Kami dorong segera ada Plt dan bentuk pansel untuk membentuk direksi baru,” pungkasnya. (c/kb)

















