Kejar Target 2025 yang Masih Bolong, Tabanan Siapkan 30 Ribu Vaksin Rabies Tahun Ini

TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian (Distan) masih akan melanjutkan program penanganan rabies sepanjang 2026.
Fokus utamanya adalah menuntaskan sisa target vaksinasi tahun lalu yang belum mencapai angka maksimal.
Berdasarkan data rekapitulasi selama 2025, cakupan vaksinasi rabies di Tabanan secara keseluruhan menyentuh angka 81,30 persen.
Dari total populasi anjing sebanyak 54.726 ekor, tim di lapangan berhasil menyuntikkan vaksin kepada 44.490 ekor anjing, 708 kucing, dan dua ekor monyet.
Meski angka capaian total cukup tinggi, distribusi vaksinasi antarkecamatan masih menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok.
Kecamatan Penebel mencatat rekor tertinggi hingga 115,24 persen, disusul Baturiti dengan 98,67 persen.
Sebaliknya, Selemadeg Barat tercatat sebagai wilayah dengan cakupan paling rendah, yakni hanya sebesar 13,92 persen.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Tabanan, drh Gede Eka Parta Ariana, menjelaskan bahwa program penanganan rabies di tahun ini sama seperti di 2025.
Selain vaksinasi rutin, petugas akan melakukan vaksinasi darurat jika ditemukan laporan kasus positif di lapangan.
“Sambil mengejar cakupan yang belum tercapai pada 2025,” ujar Eka Parta Ariana pada Selasa (13/1).
Upaya ini sangat penting mengingat sepanjang 2025, tercatat ada 13 kasus positif rabies pada hewan yang tersebar di berbagai desa, mulai dari Banjar Anyar di Kecamatan Kediri, Desa Kukuh di Kecamatan Marga, hingga Desa Kebon Padangan di Kecamatan Pupuan.
Namun, upaya itu bukannya tanpa hambatan. Eka Parta menyebut saat ini tim vaksinasi mengalami pengurangan akibat banyaknya petugas yang memasuki masa pensiun.
Terkait jumlah pasti tenaga yang tersisa saat ini, ia mengaku belum memegang rincian datanya secara detail.
“SDM (sumber daya manusia) yang berkurang. Petugas vaksin banyak yang pensiun. Cuma kebetulan saya tidak pegang data langsung,” imbuhnya.
Untuk menyiasati kekurangan SDM itu, Distan akan memanfaatkan tenaga pengabdi, seperti dokter hewan yang baru tamat studi, untuk membantu percepatan vaksinasi di desa-desa.
Selain tenaga relawan, kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) masih tetap berjalan.
Fokus kolaborasi itu nantinya diarahkan khusus pada sterilisasi anjing liar di tempat-tempat publik sehingga populasi hewan penular rabies (HPR) berlangsung efektif.
“(Kerja sama dengan LSM) itu untuk sterilisasi saja,” tegas Eka Parta.
Kegiatan sterilisasi massal ini sebelumnya sudah berjalan sepanjang 2025 di beberapa lokasi strategis, salah satunya di kawasan Lapangan Alit Saputra.
Untuk menunjang pelaksanaan program vaksinasi, Pemkab Tabanan telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menyediakan vaksin dalam jumlah yang mencukupi.
“Dari APBD Kabupaten disediakan 30 ribu dosis,” pungkasnya. (c/kb)

















