
TABANAN, Kilasbali.com – Relawan Gibran mulai merambah ke Bali. Tidak terkecuali di Kabupaten Tabanan. Meski kontestasi politik level nasional baru mulai 2029 mendatang.
Buktinya, sebuah komunitas bernama Relawan Nyama Braya Gibran sudah terbentuk di Bali. Bahkan pada Selasa (4/11), relawan ini sudah menggelar konsolidasi di Tabanan.
Konsolidasi yang berlangsung di restoran The Limo itu juga diisi dengan pembentukan pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga banjar.
“Hari ini kami mulai menghangatkan mesin politik dengan menggelar konsolidasi,” kata Ketua Relawan Nyama Braya Gibran Bali, I Dewa Nyoman Sukrawan.
Ia menjelaskan, tujuan utama konsolidasi ini adalah membentuk dan menyempurnakan kepengurusan.
Menurutnya, Relawan Nyama Braya Gibran di Bali sebetulnya sudah setahun terbentuk. Hanya saja, struktur kepengurusannya belum sempurna.
“Sekarang kami sudah bentuk formatur kepengurusan,” ujar Sukrawan seraya menegaskan bahwa konsolidasi serupa berlanjut di kabupaten/kota lainnya.
“Nanti kami akan lanjut ke Buleleng, baru ke Jembrana, dan terus keliling di seluruh kabupaten/kota di Bali,” imbuh eks pentolan PDIP dari Buleleng ini.
Ia tidak memungkiri pilihan untuk menjadikan Tabanan sebagai tempat konsolidasi bukan tanpa hitung-hitungan politik.
Baginya, Tabanan merupakan wilayah politik yang menarik karena selama ini merupakan basis PDIP. “Kami ada hitungan-hitungan politik,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, agenda berikutnya usai pembentukan pengurus di tingkat kabupaten adalah konsolidasi dan pembentukan struktur pengurus di tingkat kecamatan hingga banjar.
Jejaring ini nantinya bertugas membentuk basis relawan di tiap tingkatan dengan misi mendukung langkah politik Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI.
Karena poros pembentukannya ada pada sosok Gibran, maka keberadaan relawan ini sepenuhnya ada pada putra sulung Joko Widodo itu.
Jika Gibran tidak lagi menghendaki adanya relawan ini, maka Relawan Nyama Braya Gibran akan otomatis bubar.
Sebaliknya, selagi masih menghendaki ada, relawan tidak ganti nama dan logo, bahkan tidak pindah dukungan.
“Intinya, relawan ini akan mendukung dan memperkuat Gibran serta mengawal program-program pemerintah pusat dan daerah yang sudah berjalan,” jelasnya.
Di momen yang sama, Sukrawan membuka pintu bagi seluruh warga Tabanan untuk ikut bergabung ke dalam Relawan Nyama Braya Gibran.
Ia mengeklaim, jumlah warga Bali yang sudah tergabung ke dalam Relawan Nyama Braya Gibran sudah mencapai sekitar 80 ribu orang.
“Siapa saja boleh masuk. Sesuai motto kami, Ikhlas tanpa pamrih. Namanya relawan, maka bergabungnya juga sukarela. Boleh orang partai politik, petani, sampai buruh,” tegasnya. (c/kb).

















