
TABANAN, Kilasbali.com – Politisi lawas Tabanan, I Wayan Sukaja, kembali ke gelanggang politik dengan status sebagai anggota DPRD Tabanan dari Fraksi Partai Golkar.
Status itu terhitung mulai Senin (6/10) atau saat ia menjalani pengambilan sumpah/janji pengganti antarwaktu (PAW) untuk keanggotaan periode 2024-2029.
Sukaja resmi sebagai pengganti antarwaktu mendiang I Wayan Gindera yang meninggal dunia pada pertengahan Mei 2025 lalu.
Proses pengambilan supah/janji itu berlangsung dalam rapat paripurna istimewa yang turut dihadiri Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.
Usai menjalani proses pengambilan sumpah/janji, Sukaja mengaku awalnya tidak menyangka akan kembali ke DPRD Tabanan.
“Awalnya sih tidak. Tapi ya akhirnya disyukuri. Kemudian mohon dukungan masyarakat agar dalam bertugas bisa menjalankannya sesuai tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi),” katanya.
Selebihnya, Sukaja menyebut hakikat hidup yang terus berputar yang terkadang menempatkan seseorang di titik teratas, maupun sebaliknya di bawah.
“Hakikat kehidupan itu kan berputar. Siap di atas. Siap di bawah. Kalau tidak siap, macet. Agar tetap jalan, saya siap di mana saja,” ujarnya.
Soal penugasan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada partai tempatnya bernaung saat ini. Namun, bila diperkenankan untuk memilih, ia ingin fokus ke bidang pertanian.
“Selama ini, saya fokus di pertanian. Kebetulan, Prabowo fokus ke pertanian juga. Mungkin saya lebih fokus ke sana nanti,” ungkapnya.
Bidang pertanian yang ia maksudkan adalah dalam arti yang luas dengan output peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi perekonomiannya.
Kembalinya Sukaja ke DPRD Tabanan juga mendapatkan perhatian dari Sanjaya selaku Bupati Tabanan periode saat ini.
Setidaknya itu tersirat saat ia menyampaikan sambutan dalam rapat paripurna dengan agenda tunggal pengambilan sumpah/janji Sukaja sebagai PAW.
Di bagian awal sambutan, Sanjaya mengungkapkan bahwa dalam dinamika politik akan selalu ada tiga hal utama. “Satu, perubahan. Dua, pilihan. Dan, yang ketiga prinsip,” katanya.
Soal tiga hal utama yang ia sebutkan itu dipertegas lagi usai menghadiri rapat paripurna tersebut. “Tidak ada lawan. Tidak ada teman. Itu pilihan. Itu dinamika,” sebutnya.
Artinya, sambung Sanjaya, tujuan akhirnya adalah mengabdi ke masyarakat kendati berangkat dari titik yang berbeda.
“Dulu (sewaktu masih di PDIP) saya bersahabat dengan Beliau. Sekarangpun masih bersahabat. Pilihan prinsip dan perubahan itu wajar. Tidak bisa dipungkiri,” sebutnya.
Harapannya, ke depan ia bisa bekerja sama untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
“Kami sadar. Demikian juga Pak Wakil Bupati. Tanpa dukungan elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan di DPRD (akan susah). Beliau (Sukaja) sudah pengalaman. Malang melintang di dunia politik dan sempat jadi Ketua DPRD juga,” sebutnya.
Sebelumnya, Sukaja menjalani prosesi pengambilan sumpah/janji yang dipandu langsung oleh Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, dan disaksikan juga oleh tokoh rohaniawan. (c/kb)

















