Inflasi di Tabanan Selama Agustus 2025 Turun, Bahan Pangan-Bangunan Penyumbang Dominan

TABANAN, Kilasbali.com – Tingkat inflasi atau kenaikan harga barang secara umum di Kabupaten Tabanan sepanjang Agustus 2025 secara year on year dibandingkan pada Juli 2025 lalu.
Sepanjang Agustus 2025, tingkat inflasi di Tabanan sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan tercatat di posisi 2,61 persen. Sementara, tingkat inflasi di Juli 2025 ada di posisi 3,6 persen.
Perkembangan tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas atau Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, Selasa (2/9).
“Turun. Saat ini 2,61 persen,” usai mengikuti rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara daring dan dipimpin Mendagri.
Ia menyebutkan, penurunan inflasi di Tabanan tidak lepas dari beberapa upaya intervensi yang telah terlaksana seperti operasi pasar oleh beberapa dinas.
Terakhir, operasi pasar dilaksanakan secara serentak di masing-masing kecamatan dengan melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
Melalui program itu, beberapa harga komoditas penting seperti pangan mampu dikendalikan, seperti beras yang intervensinya dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah oleh TNI/Polri.
Demikian halnya untuk harga bahan pangan lainnya yang rutin menyumbang inflasi seperti cabai, bawang, minyak goreng.
“Distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) melalui sinergi TNI, Polri, dan OPD terkait,” imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, selain bahan pangan, bahan bangunan juga memberikan kontribusi terhadap inflasi.
Naiknya harga bahan bangunan itu dimungkinkan akibat terhambatnya pengiriman dari luar Bali menyusul amblasnya jalur Denpasar-Gilimanuk di Kecamatan Selemadeg beberapa waktu lalu.
Gunawan menegaskan bahwa stabilitas harga menjadi fokus pemerintah daerah sesuai arahan Mendagri dalam rapat yang diikutinya.
Selain itu, Mendagri juga menekankan agar stabilisasi harga itu juga dilaksanakan kepala daerah dengan melibatkan jajaran Forkompinda. (c/kb)

















