
TABANAN, Kilasbali.com – Tingkat kelahiran di Kabupaten Tabanan rupanya menempati posisi yang paling rendah di antara sembilan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali.
Tingkat kelahiran di Kabupaten Tabanan berada pada posisi 1,8 persen. Rasio itu menunjukkan bahwa rata-rata setiap seratus pasangan usia subur memiliki satu hingga dua anak.
Tingkat kelahiran yang rendah itu merupakan data yang tercatat di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Tabanan.
“Tingkat kelahiran di Tabanan di 1,8 persen. Per seratus pasangan subur rata-rata memiliki anak satu sampai dua,” jelas Kepala Dinas P2KB Tabanan, Ni Wayan Mariati, Kamis (27/2).
Menurutnya, rendahnya tingkat kelahiran di Tabanan itu bukan disebabkan program KB melalui kampanye penggunaan alat kontrasepsi.
Rendahnya tingkat kelahiran itu lebih disebabkan pertimbangan tantangan ekonomi serta mindset dari pasangan usia subur dalam memiliki anak.
“Pembagian alat kontrasepsi (gratis) itu bukan untuk membatasi kelahiran, tetapi untuk menjaga jarak (kelahiran). Seperti itu,” tegasnya.
Di saat yang sama ia menjelaskan, tingkat kelahiran yang rendah ini menjadi indikator keberhasilan pengendalian penduduk.
Sebab, sambungnya, pada level provinsi tingkat kelahirannya ada di angka dua persen.
Terkait layanan KB Bergerak, ia menjelaskan bahwa program tersebut lebih ditujukan untuk memperluas cakupan atau jangkauan kepada masyarakat.
Dengan adanya program itu, layanan KB bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat sembari menjalankan rutinitas hariannya.
Ini ia contohkan dengan layanan KB Bergerak yang berlangsung pada Rabu (26/2) di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria.
“Sasaran kami kemarin itu masyarakat yang pergi ke pasar atau para pedagang. Karena mereka bisa memperoleh layanan tanpa harus datang ke bidan praktek atau puskesmas,” jelasnya. (c/kb)

















