
TABANAN, Kilasbali.com-Hujan deras yang mengguyur Tabanan senin (21/1/2019) sore hingga malam, mengakibatkan longsor di perumahan Sandan Sari, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Akibatnya satu unit rumah ambles jatuh ke sungai akibat longsor.
Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 wita, senin (21/1/2019) malam. Dimana pada saat itu kondisi dalam keadaan hujan deras. Dimana rumah yang longsor tersebut diketahui milik dari Pak Rahmat yang tinggal di wilayah Sesetan, Denpasar. Berdasarkan pantauan di lapangan terlihat satu unit rumah sudah ambles dan berada di sungai, yang tingginya sekitar 15 meter dari atas perumahan
Menurut salah satu warga, Bagas Alif, yang kebetulan bersebelahan dengan rumah yang longsor tersebut mengungkapkan, rumah yang longsor dan jatuh di sungai kebetulan kosong tidak ada penghuninya. Dimana sekitar pukul 22.30 wita, dirinya bersama keluarga mendengar suara gemuruh, kemudian mereka keluar rumah untuk mengecek suara tersebut. Pada saat keluar tiba-tiba rumah nomor 42 yang berada di depannya ambles jatuh ke sungai. “Awalnya cuma dengar suara gemuruh, setelah saya keluar tiba-tiba saya lihat rumah di depan ambruk jatuh ke sungai. Habis itu kami langsung keluar semua,” ungkapnya, selasa (21/1/2019).
Atas kejadin tersebut Bagas bersama keluarga merasa was-was, karena posisi rumahnya juga berada di pinggir sungai, yang tingginya sekitar 15 meter. Kemudian dirinya bersama keluarga berusaha mengeluarkan barang-barang berharga seperti motor dan mobil yang ditip di tetangga yang tempatnya aman. Karena takut tidur di rumah sekitar pukul 01.00 wita dirinya bersama keluarga akhirnya menginap di rumah keluarga yang ada di penyalin demi keamanan. “Tadi malam kami sekeluarga nginap di rumah saudara, karena kami merasa was-was tidur disini melihat kondisi seperti itu,” tambahnya.
Sementara itu warga yang lainnya, Arianto (32) juga mendengar pas kejadian rumah yang longsor jatuh di sungai. Dirinya hanya mendengar suara gemuruh, kaya ada batu jatuh yang diantamkan. Kemudian dirinya melihat warga sudah ramai dan dikatakan ada rumah yang longsor. Dirinya yang sudah tinggal dua tahun mengontrak rumah disana rencananya akan pindah mencari kosan karena rumah yang ia tinggali juga posisinya rawan karena senderan di samping rumah sudah terkikis oleh air sungai, bahkan tanah di bawah rumahnya sudah berlubang. “Rencananya saya mau pindah cari kosan, karena tinggal disini sudah tidak nyaman dan was-was, takut nanti rumahnya juga longsor,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika saat berada di lokasi mengatakan, rumah longsor di perumahan Sandan Sari tersebut di ketahui sekitar pukul 23.00 wita, dimana pada saat itu ada masyarakat yang melapor ke Kantor BPBD Tabanan. “Kemarin ada masyarakat yang melapor sekitar pukul 23.00 wita, kemudian kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisinya,” jelasnya.
Setelah pihaknya turun bersama tim, dirinya melihat ada beberapa rumah yang kondisinya rawan, karena tanah dan senderan dari rumah sudah dikikis oleh air sungai. Demi keamanan pihaknya menyarankan agar warga mengungsi, ada enam rumah yang dinilai rawan longsor. “Ada enam rumah yang harus diseterilkan karena rawan longsor, karena tanah dari perumahan tersebut sudah digerus oleh air sungai. Enam rumah tersebut ada penghuninya, kami sarankan agar mengungsi demi keamanan,” tambahnya. (*KB).

















