
TABANAN, Kilasbali.com-Team Opsnal Polsek Kediri berhasil menangkap kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor. Dimana pelaku I Gede Putu Gantiyasa (30) alamat Banjar Babakan, Desa Nyitdah, Kediri, berhasil ditangkap di wilayah Melaya, Kabupaten Jembrana, senin (7/1/2019).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kasus tersebut terjadi pada hari kamis (3/1/2019) lalu, dimana sekitar pukul 22.30 wita bertempat di Banjar Taman Surodadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, pelapor atau korban atas nama Agus Mulyadi yang sedang ngumpul- ngumpul di depan rumahnya tiba -tiba di datangi orang yg tidak di kenal dan meminta bantuan untuk mengantarkan ke sebuah bengkel, dengan alasan mobil rusak. Selanjutnya korban mengantar orang tersebut dan diajak berkeliling ke desa jadi, selanjutnya ke Gor Debes oleh pelaku. Sesampai di Gor Debes korban di suruh turun dari motor namun korban tidak mau turun, sesampai di Desa Bongan pelaku turun di depan orang yang lagi ngumpul-ngumpul dan menanyakan temannya bernama Agus. Selanjutnya pelapor di suruh turun oleh pelaku dan pada saat korban turun pelaku langsung membawa sepeda motor honda scoopy korban. Atas kejadian tersebut kemudian korbam melapor ke Polsek Kediri.
Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Made Surya Kusuma, saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut. Dijelaskan penangkapab pelaku berawal dari laporan masyarakat terkait kasus penipuan dan atau pengelapan yang terjadi di Banjar Surodadi, Desa Abiantuwung, Kediri. Atas laporan tersebut kemudian team opsnal yang dipimpin oleh Panit Reskrim IPDA Putu Sartika melakukan lidik ke daerah Jembrana selanjutnya dapat di amankan pelaku di sebuah parkiran warung makan Barokah di Melaya, Jembrana. Setelah dilakukan introgasi pelaku atas nama I Gede Putu Gantiyasa mengakui perbuatannya dan team melakukan pencarian barang bukti berupa sepeda moor honda scoopy DK 6671 GAD di Basuki situbondo dan team berhasil mengamankan pelaku serta barang bukti. “Modusnya pelaku berpura-pura minta tolong, kemudian membawa kabur sepeda motor korbannya,” jelasnya, selasa (8/1/2019).

















