
TABANAN, Kilasbali.com – Tunjangan kepala sekolah (kepsek) di Tabanan hanya Rp125 ribu per bulan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana.
Menurutnya, hal ini yang menjadi penyebab banyak guru yang tidak mau menjadi kepala sekolah.
“Dengan nilai itu, bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan, sementara tunjangannya kecil, sedangkan tugas kepala sekolah cukup banyak,” katanya saat rapat dengan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tabanan di Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (10/5).
Selain itu, banyak guru yang merangkap, tak hanya menjadi guru, juga mengurus administrasi lainnya. “beban kerja kepala sekolah ini cukup berat,” ungkapnya.
Dengan tujangan yang kecil, banyak guru yang tidak mau menjadi kepala sekolah. “Padahal status mereka sudah guru penggerak yang sudah bisa menjadi kepala sekolah, namun mereka enggan untuk menjadi kepala sekolah,” lanjutnya.
Untuk kondisi ini, pihaknya akan menjadwalkan Komisi IV DPRD Tabanan melakukan kajian untuk melihat secara langsung kondisi kerja kepala sekolah di Kabupaten Tabanan.
“Kami menjadwalkan untuk melakukan kunjungan langsung. Sehingga bisa melihat kondisi riil kepala sekolah dan mengawasi situasi pendidikan, arah dari kebijakan pendidikan di Tabanan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui Kurikulum Merdeka Belajar,” pungkasnya. (m/kb)

















