
GIANYAR, Kilasbali.com – Kebakaran hebat melanda Pura Puseh Bali Aga, Banjar Bayad, Malinggih Kelod Payangan, Gianyar, Sabtu (2/5) petang sangat memprihatinkan. Selain kerugian material hingga mencapai Rp 10 miliar lebih, musibah ini juga mengundang tanda tanya penyebabnya.
Meski dugaan sementara api berasal dari percikan dupa, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan komprehensif.
Musibah ini ketahui pertama kali diketahui oleh seorang warga, Agus Wawan yang rumahnya berada di kawasan TKP. Saat itu ia melihat kepulan asap. Ketika didekati, ia pun terkejut lantaran asap berasal dari pura.

Hingga di areal pura Agus bersama Bendesa Pura Puseh Bali Aga, I Made Widada. Saat itu mengetahui ada kebakaran saar melintas sembari memandu wisatawan mengendarai ATV.
Mereka lantas membunyikan kulkul bulus, tanda adanya peristiwa genting. Masyarakat yang mendengar suara kukul tersebut, berdatangan mendekati suara kukul.
Mereka keluar rumah membawa peralatan. Mulai dari ember, selang dan sebagainya. Saat itu, mereka mencoba memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun karena saat itu api sudah terlanjur besar, sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Ada 17 pelinggih yang terbakar, kerugian sekitar Rp 10 miliar. Kami akan mohon petunjuk ke sulinggih untuk upacara atas musibah ini,” ungkap I Made Widiada, Minggu (4/6).

Secara terpisah, Kapolsek Payangan, AKP I Nengah Sona, menyebutkan, atas kebakaran ini, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Namun kuat dugaan karena asap dupa. Sebab bertepatan dengan rerahinan.
“Hari itu, paginya warga banyak yang sembahyang, dugaan sementara asap dupa. Prajuru dan krama setempat juga mengatakan demikian. Tapi masih kita selidiki,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Gianyar, I Made Watha menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan melalui sambungan telepon sekitar pukul 16.55 Wita.
Saat itu, pihaknya langsung menurunkan sejumlah armada. Adapun pokok yang terbakar berjumlah 17 pelinggih pura, dengan luas kebakaran 50 meter x 40 meter persegi. (ina/kb)

















