
TABANAN, Kilasbali.com – Diduga korsleting listrik, sebuah rumah (bale daja) di Banjar Padangaling, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan ludes dilalap si jago merah, Senin (7/6/2021) malam.
Kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun akibat kebakaran kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA.
Kebakaran menimpa rumah milik I Wayan Murca (50), pertama kali diketahui oleh saksi Ni Made Sudri (57).
Pada saat itu, saksi yang sedang berada di dapur, kaget melihat ada kobaran api di kamar bagian barat. Saksi kemudian berteriak minta tolong.
Mendengar teriakan tersebut, saksi Wayan Adi Suryawan (25) keluar dari ruang tamu dan mengecek api sudah berkobar di atas plafon.
Semenatara itu, korban I Wayan Murca dan saksi I Wayan Surtaka (64) pada saat kejadian sedang berada di luar rumah,yang juga mendengar teriakan tersebut, melihat di atas rumah sudah ada kobaran api besar.
Melihat kebakaran tersebut, para saksi dibantu warga setempat dengan alat seadanya berusaha memadamkan api. Sayangnya, karena debit air kecil mereka tidak bisa berbuat banyak.
Atas informasi dari Bhabin Desa Cau Belayu yang menghubungi Polsek Marga bahwa telah terjadi kebakaran, selanjutnya petugas piket Polsek Marga menghubungi pemadam kebakaran Tabanan.
Pada peristiwa tersebut pemadam kebakaran (PMK) Tabanan menurunkan tiga unit kendaraan dan dibantu PMK Badung 1 unit, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 22.10 WITA.
Adapun barang barang yang ikut terbakar antara lain, sertifikat tanah 2 buah, mesin sensor rumput, kulkas, TV LED, laptop, emas dan uang tunai Rp12,5 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia membenarkan peristiwa itu. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dugaan sementara karena korsleting listrik,” singkatnya. (kpj/kb)

















