
GIANYAR, Kilasbali.com – Jalur Singapadu – Singakerta, Sabtu (15/11/2020) malam sempat mengalami kemacetan panjang. Menyusul kebakaran hebat yang menimpa sebuah gallery sekaligus cafe di Omah Gelato yang berada Jalan raya Tebongkang, Desa Singekerta, Ubud. Ironisnya, usaha yang baru buka satu minggu lalu ini harus menalan kerugian hingga Rp 2,5 miliar atas musibah ini.
Kedatangan lima mobil pemadam kebakaran dari berbagai arah, semat membuat suasana di Desa Singakerta mencekam. Menyusul kebakaran hebat yang menyelimuti Omah Gelato yang merupakan usaha gallery sekaligus cafe yang baru dibuka beberapa minggu lalu.
Lantaran besarnya api, beberapa unit mobil damkar pun harus bolak balik untuk pengisian air. Sementara arus lalau lintas pun sempat mengalami kemacaten, dan beberapa pengendara memilih memutar. Dalam hitungan 1,5 jam apai akhirnya berhasil dihalau petugas, namun sayang bangunan dan isinya tidak bisa diselamatkan.
Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Gianyar, I Made Watha mengatakan, pihaknya telah menurunkan 5 unit armada ke lapangan melakukan pemadaman saat kejadian.
Disebutkan anggotanya tiba di lokasi sekitar pukul 23.07 WITA, paska mendapat laporan kejadian tersebut. Dikatakan kafe tersebut baru beberapa minggu beroperasi.
“Kami sudah berusaha maksimal dengan melibatkan personil di seluruh pos yang ada,” ungkapnya, Minggu (15/11/2020).
Sementara Pemilik Gallery dan Cafe Gelato Shop tersebut, Nyoman Birit mengatakan dirinya tidak mengetahui detail kejadiannya. Saat kejadian ia dihubungi oleh rekannya bahwa gallery miliknya terbakar.
“Saya persisnya kurang tahu jam berapa, karena ada teman yang menghubungi, sampai di sana sekitar jam 11 -an sudah banyak mobil damkar. Saya bukanya tanggal 6 minggu lalu, tapi bangunannya sudah lama. Saya buka gelato shop di sana,” terangnya.
Mengenai kerugian materiil, Birit mengaku sudah banyak pastinya. Sebab mesin yang ia beli harganya mencapai Rp 1 miliar. “Kalau kerugian sudah banyak sekali, kalau bangunan sudah semua hancur. Paling mahal itu kan mesin-mesinnya, mesin gelato kan mahal. Mesin-mesinnya aja sekitar Rp 1 miliar jika sama bangunan sampai Rp 2,5 miliar,” terangnya singkat. (ina/kb)

















